![]() |
Elma Agustina (28) Istri Brigadir Muhammad Nurhadi masih diselimuti duka (foto/Sofie) |
Lombok Barat (Kilasntb.com) - Keluarga Brigadir Muhammad Nurhadi, anggota Bidpropam Polda NTB yang diduga dianiaya atasannya, Kompol Yogi dan Ipda Haris, hingga tewas di Villa Tekek Gili Trawangan Lombok Utara, buka suara kepada media ini, pada Jumat (11/07).
Di kediamannya, Desa Sembung, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, ayah mertua Nurhadi, Sukar, sempat menaruh curiga, ketika menantunya meninggal dilaporkan tenggelam.
"Kejanggalan-kejanggalan itu sudah nampak, malam kejadian itu katanya meninggal karena tugas, kenyataannya kemarin ada pesta," ungkapnya.
Sebelumnya, Nurhadi memberitahu mertuanya bahwa ia akan bertugas mengawal tamu ke Gili Trawangan. "Ngawal temue (tamu dalam bahasa Sasak.red), itu dia bilang," lanjutnya.
Sambil memperlihatkan foto jasad almarhum yang terbujur kaku di handphone miliknya, Sukar menunjukkan sejumlah luka di wajah Nurhadi.
"Memang ada luka-luka, di sini (pelipis kanan) ada keluar darah terus, trus di sini (bibir bawah), di kaki, termasuk di punggung juga," paparnya.
Kecewanya lagi, kata Sukar, saat penyerahan jenazah Nurhadi ke pihak keluarga, ia tidak menandatangani berkas apapun. Menurutnya, itu tidak sesuai prosedur.
"Saat dibawa, jenazah Nurhadi tidak dikafani, cuma pakai kantong kuning itu aja, tidak ada penyerahan hitam di atas putih," bebernya.
Sementara itu, istri Brigadir Nurhadi, Elma Agustina (28) yang masih diselimuti duka, mengenang saat Nurhadi menghubungi dirinya lewat video call untuk yang terakhir kalinya, pada pukul 16.00 WITA, Rabu 16 April, menanyakan anak-anak.
"Begitu dia sampai Gili, waktu itu dia tidur di kamar hotel, kelihatan dia masih segar dan sehat," kenangnya.
Namun, pada saat dihubungi kembali oleh anaknya sekitar pukul 19.00 WITA setelah waktu Magrib, tidak ada jawaban.
"Ditelpon tiga kali, nyambung tapi tidak diangkat," ucapnya.
Sampai pada akhirnya, pukul 02.00 WITA dini hari, Ia mendapat kabar bahwa suami yang telah memberinya dua orang anak itu, meninggal.
"Nggak percaya, kerena saat itu dia masih sempat pamitan dan bercanda-canda," ucapnya sambil meneteskan air mata.
Elma berharap kasus kematian suaminya segera terungkap dan tersangka mendapatkan hukuman yang setimpal. "Saya ingin keadilan untuk suami saya," ucapnya. (Fd)