Hari Kedua Lonjakan Reda, Antusias Kunjungan Lebaran di Rutan Raba Masih Tinggi

Kunjungan Hari Raya Idul Fitri 1447 H hari kedua di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Raba, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (Dok. Rutan Raba)

Bima (Kilasntb.com) — Lonjakan kunjungan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Raba, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat mulai melandai di hari kedua, Minggu (22/3). Meski begitu, antusiasme keluarga warga binaan tetap tinggi.

Data rutan mencatat, pada hari kedua kunjungan, sebanyak 360 orang datang menjenguk 116 warga binaan pemasyarakatan (WBP). Rinciannya, 82 pria, 188 wanita, dan 90 anak-anak.

Angka ini memang turun dibanding hari pertama yang membludak hingga 635 pengunjung untuk 197 WBP, artinya naik enam kali lipat dari hari normal yang hanya berkisar 80–100 orang.

Kepala Rutan Kelas IIB Raba, Tajudinur, menyebut tren penurunan ini sebagai pola yang wajar dalam momen Lebaran.

“Biasanya puncak kunjungan terjadi di hari pertama. Hari kedua masih tinggi, tapi mulai lebih terkendali,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan, rutan tetap menerapkan dua sesi kunjungan, yakni pukul 09.00–11.45 WITA dan 13.15–16.30 WITA. Sistem delay atau penjadwalan bergilir juga diberlakukan guna mengurai antrean.

Tak hanya itu, pengamanan diperketat dengan penggunaan gelang pembeda sesuai sesi serta stempel ultraviolet (UV) sebagai kontrol keluar-masuk pengunjung.

Menariknya, komposisi pengunjung masih didominasi perempuan dan anak-anak, baik di hari pertama maupun kedua. Hal ini menunjukkan kuatnya peran keluarga dalam menjaga ikatan emosional dengan warga binaan.

Di sisi pengamanan, hari kedua justru diperkuat dengan tambahan personel gabungan, terdiri dari sejumlah petugas Bapas Sumbawa, Bapas Mataram, anggota Polri, dan taruna Poltekip.

Meski jumlah pengunjung masih ratusan, situasi di dalam rutan terpantau jauh lebih terkendali dibanding hari pertama.

“Kegiatan hari kedua berlangsung tertib, aman, dan lancar sesuai prosedur,” tegas Tajudinur.

Kunjungan khusus Idul Fitri ini menjadi momen penting bagi warga binaan untuk melepas rindu. Di balik tembok rutan, Lebaran tetap hidup, melalui pelukan singkat, senyum haru, dan pertemuan yang tak ternilai. (Fi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama