![]() |
| (Dok. PLN) |
Mataram (Kilasntb.com) — Pasokan listrik selama Idulfitri 1447 Hijriah di Nusa Tenggara Barat terjaga tanpa gangguan berarti. PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan tetap stabil di tengah lonjakan konsumsi masyarakat selama hari raya.
Secara nasional, beban puncak listrik mencapai 34,77 gigawatt (GW), masih jauh di bawah kapasitas mampu pasok sebesar 51,37 GW. Kondisi ini memberikan ruang cadangan yang cukup lebar untuk menjaga keandalan sistem.
Di NTB, margin cadangan juga terbilang aman. Sistem Lombok mencatat beban 326 megawatt (MW) saat Salat Idulfitri, dengan daya mampu 380 MW atau surplus 54 MW. Adapun sistem Tambora di Pulau Sumbawa mencatat beban puncak 139 MW dengan daya mampu 188 MW, menyisakan cadangan 49 MW.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan kondisi tersebut merupakan hasil dari perencanaan dan kesiapsiagaan personel. “Sistem kelistrikan NTB berada dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Idulfitri,” ujarnya.
PLN juga mengamankan ribuan lokasi prioritas, mulai dari tempat ibadah hingga fasilitas publik. Secara nasional, terdapat 4.429 titik yang dipantau selama periode siaga, dan tidak ditemukan gangguan signifikan.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin, menilai kinerja PLN selama Ramadan hingga Idulfitri menunjukkan konsistensi dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Ia menyebut tidak ada pemadaman yang mengganggu aktivitas masyarakat.
“Ini menunjukkan komitmen PLN dalam mendukung stabilitas energi daerah,” kata Samsudin. Ia mendorong kolaborasi berlanjut, termasuk pengembangan energi baru terbarukan dan infrastruktur kendaraan listrik.
PLN menyatakan akan mempertahankan pola siaga dan penguatan sistem ke depan, seiring meningkatnya kebutuhan listrik dan target transisi energi di daerah. (Fd)
