GPM ke-18 di Lombok Barat, Warga Minta Selisih Harga Pangan Lebih Besar

Gerakan Pangan Murah (GPM) ke-18 di Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Dok. Diakominfotik NTB)

Lombok Barat, Kilas NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) ke-18 di Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Rabu, 14 Oktober 2026. Warga mengapresiasi program tersebut, tetapi meminta selisih harga pangan dengan pasaran diperbesar dan lokasi pelayanan diperluas agar manfaatnya menjangkau seluruh dusun.

Kepala Desa Taman Sari, Zaini, mengatakan GPM membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Namun, luas wilayah desa yang mencakup 14 dusun membuat sebagian warga kesulitan menjangkau lokasi penjualan di kantor desa.

“Kami dari pemerintah desa sangat bersyukur dan menyambut baik kegiatan ini. Antusiasme masyarakat luar biasa. Namun, karena desa kami memiliki 14 dusun dengan wilayah yang luas, baik di bagian utara maupun selatan, tidak semua warga bisa menjangkau lokasi di kantor desa,” kata Zaini.

Ia meminta pemerintah provinsi mempertimbangkan penambahan titik pelayanan di wilayah utara dan selatan desa. Dengan begitu, warga yang tinggal jauh dari kantor desa tetap bisa memperoleh pangan dengan harga terjangkau.

Zaini juga menyampaikan aspirasi warga agar selisih harga komoditas dalam GPM dengan harga di pasaran lebih besar. Menurut dia, warga berharap selisih harga tidak hanya sekitar Rp2.000, tetapi bisa mencapai Rp5.000.

“Ini aspirasi masyarakat yang kami sampaikan kepada pemerintah provinsi agar program ini semakin membantu perekonomian warga,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah B., mengatakan GPM merupakan upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.

“Tujuannya agar masyarakat dapat menikmati pangan dengan harga yang lebih murah, tetapi tetap mendapatkan mutu yang baik,” kata Mirza.

Dalam kegiatan di Desa Taman Sari, pemerintah menyediakan beras medium, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras premium, minyak goreng Minyakita, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, dan cabai.

Menurut Mirza, GPM di Taman Sari merupakan kegiatan ke-18 yang diselenggarakan dinas provinsi. Pemerintah masih merencanakan delapan kegiatan lanjutan untuk memperluas jangkauan pelayanan pangan murah di berbagai wilayah NTB.

Pemprov NTB juga merencanakan keikutsertaan dalam GPM serentak nasional pada 21 Oktober 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia. Lokasi kegiatan dan penyedia pangan masih dikoordinasikan.

Perwakilan Badan Pangan Nasional, Ayu Saza Nurwendah, mengatakan antusiasme warga menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap program pangan murah. Ia menyebut sejumlah komoditas, termasuk beras dan telur, dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET).

“Banyak komoditas yang dijual, seperti beras dan telur, dengan harga di bawah HET. Masyarakat sangat antusias. Bahkan, ketika barang baru datang, masyarakat sudah langsung membelinya,” ujar Ayu.

Ia menambahkan, GPM akan terus dilaksanakan hingga akhir tahun untuk membantu menjaga stabilitas harga pangan dan keterjangkauan kebutuhan pokok.

Pelaksanaan GPM menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga pasokan dan harga pangan strategis sekaligus mendukung daya beli masyarakat. Namun, aspirasi warga Taman Sari menunjukkan bahwa keterjangkauan program tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga oleh kemudahan akses dan besarnya selisih harga dibandingkan pasar. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama