![]() |
| Evakuasi medis dilakukan Basarnas (Dok. SAR Mataram) |
Lombok Tengah, Kilas NTB — Basarnas mengevakuasi seorang pebalap Moto2 asal Spanyol menggunakan helikopter setelah mengalami kecelakaan saat sesi kualifikasi Q1 di Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu, 10 Oktober 2026. Pebalap tersebut diterbangkan ke RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan evakuasi dilakukan setelah tim medis sirkuit merekomendasikan agar pebalap tersebut dibawa ke rumah sakit rujukan.
Basarnas mengerahkan helikopter Dauphin HR-3601 untuk mengangkut korban dari Medical Center Sirkuit Mandalika menuju RSUD Provinsi NTB. Helikopter lepas landas pukul 11.09 WITA dan tiba di rumah sakit pada pukul 11.24 WITA.
"Helikopter HR-3601 lepas landas dari helipad Medical Center Sirkuit Mandalika pukul 11.09 WITA dan mendarat di RSUD Provinsi NTB pada pukul 11.24 WITA," ujar Hariyadi.
Proses penerbangan berlangsung selama 15 menit. Setibanya di rumah sakit, pebalap tersebut langsung mendapatkan penanganan medis intensif dari tim dokter RSUD Provinsi NTB dengan dukungan personel Kantor SAR Mataram.
Setelah menjalani perawatan, pebalap itu diterbangkan kembali ke Sirkuit Mandalika menggunakan helikopter Basarnas lainnya, Dauphin HR-3604. Keterangan Kantor SAR Mataram tidak merinci jenis cedera maupun kondisi terakhir pebalap tersebut setelah mendapatkan perawatan.
Untuk mendukung penanganan keadaan darurat selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, Basarnas menyiagakan dua helikopter AS 365 N3+ Dauphin, yakni HR-3601 dan HR-3604.
Evakuasi ini menunjukkan peran transportasi udara dalam mempercepat pemindahan korban kecelakaan dari sirkuit menuju rumah sakit. Dalam ajang balap internasional dengan risiko kecelakaan tinggi, kecepatan koordinasi antara tim medis sirkuit, Basarnas, dan rumah sakit menjadi bagian penting dari penanganan kedaruratan.
Meski evakuasi udara berlangsung selama 15 menit, informasi mengenai kondisi medis pebalap asal Spanyol tersebut belum disampaikan secara terperinci oleh Kantor SAR Mataram. (Red)
