RSUD H. Moh Ruslan Bawa Pengembangan Layanan Fertilitas ke Forum FRES 2026

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK. Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp.FER., M.Kes., M.Sc., dalam forum nasional Fertility and Reproductive Endocrinology Summit (FRES) 2026 di Bandung (Dok.Istimewa)

Mataram, Kilas NTB — Pengembangan layanan fertilitas di rumah sakit daerah menjadi perspektif yang dibawa Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK. Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp.FER., M.Kes., M.Sc., dalam forum nasional Fertility and Reproductive Endocrinology Summit (FRES) 2026 di Bandung, 8–11 Oktober 2026.

Eka menjadi salah satu narasumber dalam National Congress of Fertility & Reproductive Endocrinology yang mempertemukan klinisi dan praktisi kesehatan reproduksi. Ia dijadwalkan membawakan materi berjudul “Akses, Kebijakan, dan Masa Depan Pelayanan Fertilitas di Indonesia” pada sesi yang membahas isu khusus dan holistik dalam manajemen infertilitas.

Keterlibatan direktur rumah sakit daerah dalam forum tersebut membawa persoalan pengembangan layanan fertilitas ke pembahasan yang lebih luas. Rumah sakit tidak hanya dituntut memiliki kemampuan klinis, tetapi juga perlu memperhatikan kesiapan tenaga medis, fasilitas, teknologi, dan sistem pelayanan untuk menjawab kebutuhan pasien.

Bagi RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, isu akses dan kebijakan menjadi bagian penting dalam pembahasan masa depan pelayanan fertilitas. Kemajuan ilmu kedokteran perlu diikuti pengembangan kapasitas rumah sakit agar pelayanan kesehatan reproduksi dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks rumah sakit daerah, pengembangan layanan fertilitas juga berkaitan dengan penguatan jejaring profesional. Pertukaran pengalaman dengan klinisi dari berbagai wilayah dapat membuka ruang kolaborasi, sekaligus memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi dan pendekatan penanganan infertilitas.

FRES 2026 mengusung tema “Empowering Reproductive Endocrinology and Infertility Clinicians: Dedicated to Care, Driven by Innovation, Defined by Success.” Forum ini menjadi ruang pembahasan mengenai perkembangan ilmu, inovasi, dan tantangan pelayanan fertilitas serta endokrinologi reproduksi.

Sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan subspesialis fertilitas dan endokrinologi reproduksi, Eka membawa latar belakang profesional yang relevan dengan topik tersebut. Perannya sebagai direktur rumah sakit juga menempatkan pengembangan layanan dalam perspektif pengelolaan fasilitas kesehatan dan kebutuhan pasien.

Namun, partisipasi dalam forum nasional bukan ukuran akhir keberhasilan pengembangan layanan. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengetahuan dan jejaring yang diperoleh dapat ditindaklanjuti melalui peningkatan kapasitas tenaga medis, fasilitas, dan mutu pelayanan.

Kehadiran RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram dalam FRES 2026 menjadi bagian dari keterlibatan rumah sakit daerah dalam diskusi nasional mengenai masa depan pelayanan fertilitas. Dampaknya bagi masyarakat akan bergantung pada penerapan hasil pembelajaran dan kolaborasi tersebut dalam pelayanan sehari-hari. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama