Gubernur NTB Ingatkan Risiko Kesehatan Global, Dorong Vaksin dan Aplikasi Safe Travel

Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal saat silaturahmi bersama Balai Karantina Kesehatan (BKK) dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Fave Hotel, Mataram (Dok. Diskominfotik NTB)

Mataram (Kilasntb.com) — Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal mengingatkan masyarakat, khususnya calon jamaah umrah dan warga yang bepergian ke luar negeri, agar tidak mengabaikan aspek kesehatan global yang berbeda di setiap negara. 

Pesan itu disampaikan saat silaturahmi bersama Balai Karantina Kesehatan (BKK) dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Fave Hotel, Mataram, pada Selasa (6/1/2025).

Acara yang dihadiri Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) tersebut berlangsung hangat dan cair, diselingi guyonan Gubernur yang berlatar belakang diplomat karier.

Sebagai mantan Duta Besar Republik Indonesia, Lalu Muhamad Iqbal menekankan bahwa setiap negara memiliki karakteristik risiko kesehatan yang berbeda. Menurut dia, pemahaman terhadap ancaman kesehatan global menjadi kunci keselamatan pelaku perjalanan internasional.

“Setiap Negara ada situasi kesehatan yang khas. Misalnya Timur Tengah Middle East Respiratory Syndrome (MERS), atau Afrika dengan virus ASF (African Swine Fever), dengan demikian, perlu langkah higienis dan sehat dalam mengatasi hal demikian.”

Iqbal menyebutkan tiga langkah utama yang perlu disiapkan sebelum bepergian ke luar negeri.

“Ada beberapa hal yang dilakukan sebelum melakukan perjalanan keluar Negeri, yaitu baca Bismillah, Vaksin dan Travel Insurance.” katanya.

Selain itu, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal tersebut juga menegaskan pentingnya efisiensi dan keamanan perjalanan, salah satunya dengan memilih penerbangan langsung serta memanfaatkan teknologi perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI).

“Teman-teman bisa Download aplikasi Safe travel.” anjurnya.

Menurut Miq Iqbal, aplikasi Safe Travel memiliki peran krusial dalam situasi darurat di luar negeri. Ia mencontohkan pengalaman seorang mahasiswa Indonesia yang melakukan perjalanan mandiri ke Jepang.

“Ada mahasiswa yang memiliki masalah jantung, dia pencet aplikasi itu, KBRI tau posisinya datang dengan polisi menyelamatkannya.” ujarnya.

Iqbal menilai, kesiapan kesehatan, perlindungan asuransi, serta pemanfaatan teknologi menjadi kombinasi penting untuk meminimalkan risiko selama perjalanan internasional, terutama bagi jamaah umrah dan masyarakat NTB yang semakin aktif bepergian ke luar negeri. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama