Ramadan dan Ujian Kamtibmas, Gubernur Ingatkan Ancaman Narkoba di NTB

Usai Apel Siaga Kamtibmas Ramadan 1447 Hijriah di Lapangan Baradaksa Mapolda NTB (Dok. Diskominfotik NTB)

Mataram (Kilasntb.com) — Isu narkoba mencuat sebagai perhatian utama dalam Apel Siaga Kamtibmas Ramadan 1447 Hijriah yang dipimpin Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, di Lapangan Baradaksa Mapolda NTB, Senin, 23 Februari 2026. Di tengah klaim situasi kondusif, ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkotika dinilai tetap mengintai, terutama saat aktivitas masyarakat meningkat pada malam hari.

Iqbal menegaskan, Ramadan tak boleh memberi ruang bagi jaringan peredaran gelap narkoba untuk bergerak. Ia meminta aparat tak sekadar reaktif, melainkan memperkuat deteksi dini di titik-titik rawan dari pusat keramaian hingga lingkungan permukiman.

“Potensi gangguan seperti balap liar, miras, hingga penyalahgunaan narkoba harus ditindak cepat, tegas, namun tetap humanis,” ujarnya.

Penekanan pada narkoba bukan tanpa alasan. Dalam sejumlah pengungkapan kasus terakhir di NTB, aparat menemukan pola distribusi yang menyasar generasi muda. Ramadan, yang identik dengan peningkatan aktivitas remaja pada malam hari, dinilai rawan dimanfaatkan jaringan tertentu.

Kapolda NTB, Irjen Pol. Edy Murbowo, menegaskan kesiapan jajarannya mengamankan tempat ibadah dan ruang publik, sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan narkotika. Ia juga mengingatkan remaja agar tak terjebak aktivitas negatif selama bulan puasa.

“Isi Ramadan dengan kegiatan positif. Jangan balap liar, apalagi terlibat narkoba,” katanya.

Iqbal menambahkan, penguatan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga aparat desa menjadi kunci. Peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Satpol PP disebut strategis sebagai mata dan telinga negara di level paling bawah, mendeteksi gejala awal sebelum berkembang menjadi kasus besar.

Bagi pemerintah provinsi, menjaga khusyuknya Ramadan tak cukup dengan patroli fisik. Pengawasan terhadap narkoba dan perlindungan generasi muda menjadi bagian dari pertaruhan moral dan sosial NTB selama sebulan penuh. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama