Bima (Kilasntb.com) — Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menggandeng Pemerintah Kota Bima menggelar aksi penghijauan dan pengelolaan sampah di Pantai Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Senin, 23 Februari 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Pondok Wisata Kolo itu dihadiri Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, jajaran organisasi perangkat daerah, Camat Asakota, para lurah se-Asakota, serta manajemen PLN UPK Tambora.
Dalam kegiatan tersebut, PLN menanam 40 pohon jenis tabebuya dan ketapang kencana di sepanjang pesisir Pantai Kolo. Perusahaan listrik negara itu juga menyerahkan bantuan tempat sampah khusus plastik untuk menekan timbulan sampah sekali pakai di kawasan wisata tersebut.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan aksi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda keberlanjutan lingkungan di daerah operasionalnya.
“PLN tidak hanya memastikan keandalan pasokan listrik, tetapi juga mendorong praktik keberlanjutan lingkungan. Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bima ini merupakan langkah konkret menciptakan kawasan pesisir yang lebih bersih dan hijau,” ujar Sri Heny dalam keterangan tertulisnya.
Menurut dia, momentum HPSN yang bertepatan dengan Ramadan menjadi pengingat bagi korporasi untuk memperkuat kepedulian sosial dan lingkungan. “Nilai Ramadan mengajarkan kepedulian dan kebersihan. Kami ingin itu tercermin dalam program nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat,” katanya.
Manager PLN UPK Tambora, Doddy Rizqi, menambahkan program tersebut juga diarahkan untuk membangun budaya peduli lingkungan di sekitar wilayah operasional pembangkit. Partisipasi masyarakat, kata dia, menjadi kunci agar kawasan pesisir tidak kembali dipenuhi sampah.
“Kami berharap penyediaan sarana kebersihan ini mendorong masyarakat dan pelaku wisata lebih disiplin dalam pengelolaan sampah,” ujar Doddy.
Pantai Kolo selama ini dikenal sebagai salah satu ruang publik dan destinasi wisata andalan di Kota Bima. Namun, persoalan sampah plastik kerap menjadi tantangan, terutama pada musim libur dan akhir pekan.
Melalui penanaman pohon dan penyediaan fasilitas pengelolaan sampah, PLN dan Pemerintah Kota Bima berharap kawasan tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan pesisir berbasis kolaborasi antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat. (Red)
