Gubernur NTB Promosikan Batik Karya Napi, Ajak Wisatawan Borong Produk Lapas

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB Ketut Akbar Herry Achjar mengenakan Batik Gembok buatan warga binaan Lapas Lombok Barat (Dok. Istimewa)

Lombok Tengah, Kilas NTB — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak wisatawan membeli produk karya warga binaan pemasyarakatan. Ajakan itu disampaikan saat ia mengenakan batik tulis bermotif Sirkuit Mandalika buatan warga binaan Lapas Kelas IIA Lombok Barat di Mandalika Street Food Festival Vol. 2, Jumat (9/10/2026).

Miq Iqbal tidak sekadar menghadiri festival. Ia memperkenalkan langsung batik yang dikenakannya bersama sang istri sekaligus meminta pengunjung menjadikan produk warga binaan sebagai pilihan belanja.

“Batik yang saya dan istri saya pakai hari ini adalah batik tulis hasil karya saudara-saudara kita warga binaan di lapas. Kualitasnya sangat luar biasa, rapi, dan punya nilai seni yang tinggi,” kata Iqbal dalam sambutannya.

Ia kemudian mengajak wisatawan yang menghadiri festival di kawasan Bazaar Mandalika untuk membeli produk tersebut.

“Saya ajak seluruh pengunjung dan wisatawan yang hadir untuk tidak ragu membeli dan memborong produk-produk UMKM karya warga binaan ini,” ujarnya.

Dukungan itu menempatkan produk hasil pembinaan lapas pada ruang promosi yang lebih luas. Batik bermotif Mandalika menjadi salah satu karya yang diperkenalkan langsung kepada pengunjung di tengah kegiatan pariwisata di Lombok Tengah.

Iqbal menilai kualitas batik tersebut menunjukkan hasil program pembinaan kemandirian di dalam lapas. Menurut dia, dukungan masyarakat melalui pembelian produk dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap keterampilan yang dikembangkan warga binaan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB Ketut Akbar Herry Achjar mengapresiasi langkah gubernur yang mengenakan sekaligus mempromosikan batik tulis karya warga binaan tersebut.

“Apresiasi dan dukungan Bapak Gubernur yang mengenakan serta mempromosikan langsung batik tulis ‘Gembok’ menjadi kebanggaan luar biasa bagi kami dan seluruh warga binaan,” kata Ketut Akbar.

Ia mengatakan produk hasil pembinaan pemasyarakatan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.

Promosi di Mandalika Street Food Festival Vol. 2 menjadi kesempatan bagi produk warga binaan untuk diperkenalkan kepada wisatawan. Tantangan berikutnya ialah menjaga kualitas, memperluas pemasaran, dan mendorong pembelian agar keterampilan yang dibangun selama masa pembinaan memiliki nilai ekonomi berkelanjutan. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama