Nama Sinarmas Tercoreng, Oknum Kepala Cabang Digrebek Saat Asik di Kamar Bersama Istri Orang

Foto/ilustrasi perselingkuhan

Mataram (Kilasntb.com) - Asik ngamar dengan wanita bersuami di kamar hotel, seorang oknum Kepala Cabang Bank Sinarmas di Kota Mataram, berinisial SR digrebek. 

Peristiwa mengejutkan itu terjadi pada 1 Januari 2024 lalu, tampaknya mencoreng citra dan nama besar Bank Sinarmas. Dan kasus tersebut juga sudah dilakukan proses di Subdit PPA, Ditreskrimum Polda NTB.

Dilansir dari Barbareto, IMGA, menceritakan kronologi peristiwa miris tersebut. Di mana, ia awalnya mendapat informasi dari istri sah SR, kalau saat itu SR bersama istrinya menemukannya berada di salah satu hotel di Mataram.

"Saat itu saya langsung konfirmasi ke istrinya SR disaksikan kerabat saya, bahwa memang benar ia menggerebek suaminya," ungkap sumber.

Perihal tersebut, ia juga melakukan konfirmasi ke hotel SA yang menjadi lokasi SR berbuat tidak senonoh itu.

"Hotel tersebut mengiyakan kalau peristiwa itu memang terjadi. Itu sampai cekcok dan mengganggu pelanggan hotel lain," tuturnya.

Mirisnya, pada saat kejadian itu sang anak berada di lokasi. "Asumsi saya ini anak saya sebagai korban, karena saat itu dia bawa anak saya," sambungnya.

IMGA juga sempat menemui SR. Namun saat itu ia mengelak terhadap tuduhan tersebut. Meski demikian, SR berjanji akan bertanggung jawab.

"Ketika bertemu dia (SR) dia mau tanggung jawab," bebernya. 

Upaya lain juga sudah dilakukan IMGA,  dengan mengadukan serta menanyakan peristiwa tersebut ke Kantor Wilayah Sinarmas di Bali. "Sudah saya adukan dan pertanyakan juga di Kantor Wilayah Bali," tuturnya. 

Kepala Cabang Bank Sinarmas Mataram, SR, dikonfirmasi membantah perihal tersebut. Menurutnya Polda NTB sudah menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari laporan yang dilayangkan pelapor.

"SP2HP sudah diterbitkan oleh Polda dan tidak terbukti tuduhan tersebut," jawabnya via WhatsApp, pagi ini.

Disinggung terkait upaya klarifikasi ke Kantor Wilayah, SR mengaku sudah melaporkan bukti SP2HP tersebut. "Saya sudah melaporkan bukti SP2HP yang dituduhkan tidak terbukti," pungkasnya. (Tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama