![]() |
| Razia blok hunian di Rutan Raba (Dok. Rutan Raba) |
Bima (Kilasntb.com) — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Raba, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, menggelar razia gabungan dan tes urine pada Senin malam, 23 Februari 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas surat edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Kantor Wilayah NTB tentang peningkatan kewaspadaan selama Ramadan 1447 Hijriah.
Razia dipusatkan di Blok A4, A5, dan A6. Kepala Rutan Raba, Tajudinur, menjelaskan pemilihan blok tersebut bukan tanpa alasan. Blok yang disasar merupakan hunian yang dinilai memiliki potensi dan atensi lebih dalam aspek pengamanan, berdasarkan hasil pemetaan dan deteksi dini internal.
“Blok-blok itu masuk dalam kategori perhatian pengamanan berdasarkan evaluasi rutin kami. Karena itu pengawasan difokuskan di sana sebagai langkah antisipasi,” ujarnya kepada wartawan.
Kegiatan dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan bersama jajaran pengamanan, serta melibatkan aparat penegak hukum setempat, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Petugas menyisir kamar hunian warga binaan dengan sasaran peredaran telepon seluler, narkotika, senjata tajam, serta barang-barang terlarang lainnya. Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan paku, sendok besi, garpu besi, cutter, botol kaca, pecahan kaca, sabuk, dan pinset besi yang dinilai berpotensi disalahgunakan dan mengganggu keamanan.
![]() |
| Hasil temuan saat razia di Rutan Raba (Dok. Rutan Raba) |
Tajudinur memastikan tidak ditemukan telepon seluler maupun narkotika dalam razia tersebut. “Barang-barang yang berpotensi disalahgunakan langsung kami amankan untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Usai razia, petugas melanjutkan dengan tes urine terhadap empat warga binaan yang dipilih berdasarkan pertimbangan pengawasan dan penilaian risiko. Mereka dinilai memiliki potensi serta atensi khusus dalam monitoring internal. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif narkotika.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi deteksi dini untuk memastikan tidak ada celah peredaran narkotika di dalam rutan, terlebih pada bulan Ramadan.
“Kami tidak bekerja secara acak. Setiap langkah berbasis pemetaan risiko. Siapa pun yang terindikasi berpotensi mengganggu keamanan akan menjadi prioritas pengawasan,” kata dia.
Ia menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi peredaran barang terlarang di dalam rutan. “Rutan Raba harus steril dari handphone, narkotika, dan senjata tajam. Pengawasan kami perketat, dan setiap pelanggaran akan ditindak tegas tanpa kompromi,” ujar Tajudinur. (Fd)

