
Pengen timun di kebun SAE Rutan Raba (Dok. Istimewa)
Bima (Kilasntb.com) — Di balik tembok Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Raba, aktivitas pertanian terus berdenyut. Awal 2026 dibuka dengan panen timun yang kembali dilakukan secara berkelanjutan, menandai konsistensi Rutan Raba dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membangun kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Panen ini berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Raba, lahan produktif yang dikelola langsung oleh WBP di bawah pendampingan petugas. Kepala Rutan Kelas IIB Raba, Tajudinur, A.Md.IP., S.H., memimpin langsung panen bersama jajaran struktural, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang.
“Panen timun yang kembali kita laksanakan di awal tahun ini merupakan bukti bahwa Warga Binaan mampu mengelola lahan secara produktif. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi bekal keterampilan bagi mereka setelah kembali ke masyarakat,” kata Tajudinur, Senin (5/1/25).
Hasil panen timun dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam rutan. Sebagian lainnya dipasarkan guna menjaga kesinambungan program pembinaan. Skema ini membuat kegiatan pertanian tidak berhenti pada simbol keberhasilan, tetapi berputar sebagai sistem yang hidup dan berkelanjutan.
Program pertanian di Rutan Raba sejalan dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang mendorong kontribusi nyata lembaga pemasyarakatan terhadap ketahanan pangan nasional. Di sisi lain, kegiatan ini memperlihatkan wajah pemasyarakatan yang lebih humanis dengan memberi ruang belajar, bekerja, dan berharap bagi mereka yang sedang menjalani pidana.
Dari panen timun yang terus berulang, Rutan Raba merawat dua hal sekaligus: ketersediaan pangan dan peluang kedua bagi Warga Binaan saat kelak kembali ke tengah masyarakat. (Fd)