![]() |
| Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan arahan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT GNE di Mataram (Dok. Istimewa) |
Mataram (Kilasntb.com) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menata arah PT Gerbang NTB Emas (GNE), Badan Usaha Milik Daerah yang kinerjanya dinilai belum stabil. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meminta perusahaan itu menghentikan ekspansi ke berbagai sektor dan fokus penuh pada bisnis material konstruksi.
Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT GNE di Mataram, pada Rabu (7/1). Hasil diskusi panjang dengan direksi dan sejumlah pihak menyepakati langkah refocusing sebagai jalan keluar dari masalah yang membelit perusahaan.
“PT GNE harus fokus. Ke depan hanya bergerak di bidang material konstruksi, mulai dari traffic block yang sudah kompetitif, berkembang ke precast, kraton, dan lini lain yang masih dalam satu ekosistem konstruksi,” kata Iqbal.
Iqbal menegaskan, tujuan utama pemerintah saat ini adalah mengembalikan PT GNE agar dapat beroperasi secara normal dan berkelanjutan. Menurut dia, kegagalan dan persoalan masa lalu tidak boleh diulang, tetapi juga tidak boleh diabaikan.
“Dalam pikiran saya hanya satu, bagaimana PT GNE bisa berjalan kembali dan melakukan bisnisnya secara normal. Apa yang terjadi di masa lalu kita jadikan pelajaran. Kesalahan kita catat, lalu kita perbaiki untuk membangun ke depan,” ujarnya.
Ia menilai, tidak ada perusahaan yang bisa tumbuh tanpa fokus yang jelas. Iqbal mencontohkan sejumlah korporasi besar yang mampu bangkit setelah melakukan rekayasa ulang bisnis dan kembali ke core business.
Pemerintah Provinsi NTB berharap PT GNE ke depan dapat berperan sebagai katalis pembangunan fisik di daerah, khususnya sebagai pemasok utama material konstruksi untuk berbagai proyek pemerintah.
Sebagai bagian dari pembenahan, Pemprov NTB berencana merombak jajaran direksi dan komisaris. Langkah ini ditujukan untuk mencari figur yang dinilai mampu membawa PT GNE keluar dari krisis dan kembali menjadi BUMD andalan.
Dalam rapat tersebut, Iqbal juga memaparkan rencana konsolidasi besar BUMD di NTB. Ke depan, pemerintah hanya akan mempertahankan dua holding, yakni Bank NTB sebagai holding sektor keuangan dan NTB Capital sebagai holding sektor non-keuangan. PT GNE akan ditempatkan sebagai anak usaha di bawah NTB Capital.
“Konsolidasi ini penting agar BUMD bisa dikelola secara profesional, minim intervensi, dan berorientasi bisnis murni B to B. Pemerintah provinsi cukup di level holding,” kata Iqbal.
Ia menambahkan, sebelum integrasi dilakukan, PT GNE harus membereskan pembukuan, memperkuat konsolidasi internal, dan menyusun perencanaan bisnis yang solid agar tidak menjadi beban bagi holding.
Menutup arahannya, Iqbal mengapresiasi upaya jajaran komisaris dan direksi, seraya berharap seluruh catatan dan evaluasi yang ada dapat menjadi dasar kebangkitan PT GNE ke depan. (Fd)
