![]() |
| Kondisi TKP terbakarnya jenazah di pinggir jalan raya (Dok. Facebook) |
Lombok Barat (Kilasntb.com) — Warga Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, digegerkan oleh penemuan sesosok jenazah dalam kondisi hangus terbakar di pinggir jalan raya, Minggu sore, 25 Januari 2026. Korban hingga kini belum teridentifikasi dan sementara disebut sebagai Mr. X.
Jenazah ditemukan di lahan kosong milik warga yang berada tak jauh dari jalur utama Sekotong. Lokasi tersebut sempat dipadati warga sebelum polisi datang mengamankan tempat kejadian perkara.
Penemuan jenazah berawal dari kecurigaan seorang remaja yang melintas menuju kebun. Ia mencium bau menyengat dan melihat asap dari tumpukan sampah. Awalnya ia mengira sampah biasa, namun setelah kembali melintas, ia melihat bagian tubuh manusia terbakar di lokasi tersebut.
Remaja itu kemudian melapor ke keluarganya. Informasi cepat menyebar dan warga berdatangan. Sebagian warga sempat membantu memadamkan api sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Sekotong.
Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap melalui Kasat Reskrim AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata membenarkan peristiwa tersebut. Polisi menerima laporan sekitar pukul 16.30 WITA dan langsung mengerahkan tim ke lokasi.
“Personel Satreskrim dan Unit Identifikasi langsung melakukan pengecekan awal dan olah TKP,” kata Lalu Eka, Minggu.
Olah tempat kejadian perkara dilakukan selama hampir dua jam. Polisi menyisir area sekitar jenazah untuk mencari petunjuk penyebab kematian dan identitas korban.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya tumpukan sampah, plastik bekas pengiriman paket, sebotol air mineral berisi cairan hijau yang diduga bahan bakar, serta seutas tali nilon yang ditemukan tepat di bawah tubuh korban.
Barang-barang tersebut menjadi fokus penyelidikan. Polisi mendalami kemungkinan korban tewas akibat tindak pidana, lalu dibakar untuk menghilangkan jejak.
Jenazah Mr. X telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB di Mataram untuk keperluan autopsi. Pemeriksaan forensik dilakukan untuk memastikan penyebab kematian dan mendeteksi kemungkinan adanya luka kekerasan sebelum korban dibakar.
“Kami sudah membuat laporan polisi dan meningkatkan penyelidikan. Autopsi penting untuk memastikan penyebab kematian secara medis,” ujar Lalu Eka.
Hingga kini, garis polisi masih terpasang di lokasi penemuan. Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam beberapa hari terakhir agar segera melapor guna membantu proses identifikasi korban. (Fd)
