![]() |
| Kedatangan Tim Menteri Pembangunan Internasional Kanada ke NTB (Dok. Istimewa) |
Lombok Tengah (Kilasntb.com) — Pemerintah Kanada mulai memandang Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan lagi sebagai daerah penerima bantuan, melainkan mitra ekonomi yang setara. Sinyal perubahan itu terlihat dari kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Randeep Singh Sarai, ke NTB pada 9 hingga 11 Januari 2026.
Sarai disambut langsung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Dalam pertemuan bilateral di Bank NTB Syariah, kedua pihak membahas peluang kerja sama ekonomi yang lebih konkret dan berjangka panjang.
“Kanada ingin membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan, bukan sekadar hubungan donor–penerima,” kata Iqbal.
Fokus pembahasan mencakup penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor kesehatan, serta perluasan akses pasar produk unggulan NTB. Kanada juga menyatakan minat pada energi bersih, hilirisasi industri pangan, dan sektor mineral yang dinilai memiliki prospek ekonomi jangka panjang.
Pemerintah Provinsi NTB memaparkan potensi sektor riil daerah, mulai dari pariwisata hingga pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Data populasi ternak, produksi hasil laut, serta komoditas jagung menjadi materi utama yang ditawarkan kepada delegasi Kanada.
Bagi NTB, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada komitmen diplomatik. Pemerintah daerah menargetkan masuknya investasi langsung dan program bersama yang berdampak nyata bagi ekonomi lokal, terutama UMKM dan sektor hijau.
Menteri Randeep Sarai, yang didampingi Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton, menyatakan apresiasinya atas paparan Pemerintah Provinsi NTB. Ia menegaskan ketertarikan Kanada untuk memperluas kerja sama di bidang energi berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, kesehatan reproduksi, dan pendidikan, sektor yang selama ini menjadi prioritas pembangunan internasional Kanada.
Kanada juga melihat NTB sebagai wilayah strategis dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan di Indonesia bagian timur. Jika terealisasi, kemitraan ini berpotensi menjadikan NTB pintu masuk investasi Kanada, tidak hanya sebagai tujuan proyek, tetapi sebagai mitra bisnis jangka panjang.
“Kerja sama ini kami arahkan pada pariwisata berkualitas, hilirisasi produk pertanian dan perikanan, pengembangan energi terbarukan, serta transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujar Iqbal. (Fd)
