RSUD H. Moh Ruslan Hadirkan “PANDU RS”, Petugas Khusus yang Bikin Pasien Tak Lagi Tersesat

Wajah PANDU RS, Petugas Pengarah dan Informasi Terpadu di Rumah Sakit (Dok. Istimewa)

Mataram (Kilasntb.com) — Pengalaman berobat di rumah sakit sering kali dimulai dengan kebingungan. Mulai dari antrean panjang, lokasi layanan yang sulit ditemukan, hingga pasien lanjut usia yang kebingungan mencari ruang periksa. 

Aktivitas Pandu RS membantu dan memberi informasi serta mengarahkan pasien (Dok. Istimewa) 

RSUD H. Moh Ruslan Kota Mataram mencoba memutus rantai persoalan itu dengan meluncurkan inovasi PANDU RS, Petugas Pengarah dan Informasi Terpadu di Rumah Sakit.


Direktur RSUD H. Moh Ruslan Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati,Sp.O.G., Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc. mengatakan, PANDU RS dihadirkan sebagai “wajah pertama” rumah sakit yang ramah, informatif, dan sigap membantu pengunjung sejak melangkah masuk ke area rumah sakit.


“Rumah sakit bukan hanya soal pelayanan medis. Kenyamanan, rasa aman, dan kejelasan informasi juga bagian penting dari proses penyembuhan,” kata dr. Eka sapaan akrab Direktur, Kamis (15/1/2026).


Berbeda dari petugas keamanan atau loket informasi konvensional, PANDU RS disiapkan sebagai pusat informasi berjalan. Mereka bertugas mengarahkan alur pasien dan pengunjung, menjawab pertanyaan umum, membantu pasien lanjut usia dan penyandang disabilitas, sekaligus mencegah penumpukan di area lobi, pendaftaran, dan koridor utama.


Para petugas ini ditempatkan di titik-titik strategis, diantaranya, pintu masuk, lobby utama, area pendaftaran, ruang tunggu, hingga koridor rumah sakit. Dengan demikian, pasien tidak perlu mondar-mandir atau bertanya dari satu orang ke orang lain hanya untuk menemukan ruang layanan.


Menurut Direktur RSUD H. Moh Ruslan, kehadiran PANDU RS juga ditujukan untuk mengurangi beban kerja tenaga medis dan staf frontliner. 


“Dokter dan perawat seharusnya fokus pada pelayanan kesehatan. Urusan arah, informasi dasar, dan pengaturan alur bisa ditangani petugas khusus,” ujarnya.


Yang menarik, PANDU RS tidak hanya mengedepankan fungsi, tetapi juga identitas budaya. Kedepannya para petugas akan mengenakan pakaian adat Sasak atau Bali, lengkap dengan sapuk, kain songket atau kamen, serta selendang bertuliskan “PANDU RS”. Atribut ini dipadukan dengan ID card, alat komunikasi, hingga QR code untuk Google Review sebagai saluran umpan balik masyarakat.


“Kami ingin rumah sakit terasa lebih humanis. Sentuhan budaya lokal menjadi simbol keramahan dan kebanggaan daerah,” kata dr. Eka.


Manfaat inovasi ini diharapkan langsung dirasakan pengunjung, jadi informasi lebih cepat dan jelas, tidak tersesat, serta merasa lebih diperhatikan. Bagi rumah sakit, PANDU RS diharapkan memperkuat citra pelayanan publik yang tertib dan berorientasi pada pasien.


Keberhasilan program ini akan diukur melalui survei kepuasan pengunjung, penurunan keluhan terkait kebingungan lokasi, serta berkurangnya beban kerja staf pelayanan depan. RSUD H. Moh Ruslan juga menyiapkan monitoring dan evaluasi rutin setiap bulan.


“Ini bukan sekadar program seremonial. Kami ingin PANDU RS menjadi standar baru pelayanan informasi di rumah sakit daerah,” tegasnya.


Dengan PANDU RS, RSUD H. Moh Ruslan Mataram ingin memastikan satu hal sederhana namun krusial. Tidak ada lagi pasien yang merasa sendirian dan kebingungan saat mencari layanan kesehatan. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama