BBPOM Mataram Gandeng Tokoh Lokal, Edukasi Warga Narmada–Lingsar Soal Keamanan Pangan dan Obat

BBPOM di Mataram menggandeng tokoh masyarakat hingga kepala desa untuk mengedukasi warga terkait keamanan obat dan makanan di Kecamatan Narmada dan Lingsar, Lombok Barat (Dok. BBPOM Mataram) 

Narmada (Kilasntb.com) — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menggandeng tokoh masyarakat hingga kepala desa untuk mengedukasi warga terkait keamanan obat dan makanan di Kecamatan Narmada dan Lingsar, Lombok Barat, pada 29 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi respons atas masih maraknya peredaran produk tanpa izin edar yang berisiko bagi kesehatan.

Sosialisasi yang dikemas dalam Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) ini menyasar masyarakat desa agar lebih cermat dalam memilih produk konsumsi sehari-hari. Warga diberikan pemahaman praktis mengenai cara mengenali produk aman melalui prinsip Cek KLIK—Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.

Kepala Desa Buwun Sejati, Muhidin, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi langsung seperti ini penting karena masih banyak masyarakat yang belum mampu membedakan produk layak konsumsi dan yang berisiko.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Masyarakat jadi lebih paham mana produk yang aman dan mana yang tidak memenuhi ketentuan,” ujar Muhidin di sela kegiatan di Narmada.

Hal senada disampaikan Camat Lingsar yang menyoroti masih ditemukannya makanan dan obat tanpa izin edar di wilayahnya. Ia mengingatkan bahaya penggunaan bahan kimia berbahaya dalam pangan.

“Masih ada produk makanan yang mengandung bahan seperti boraks. Ini berbahaya karena bisa merusak organ tubuh dalam jangka panjang,” katanya.

Anggota Komisi IX DPR RI, H. M. Muazzim Akbar, menegaskan bahwa setiap produk obat dan makanan wajib memiliki izin edar dari BPOM sebagai jaminan keamanan dan mutu. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur harga murah dengan klaim instan.

“Produk tanpa izin edar seperti kosmetik berbahaya, jamu ilegal, hingga obat kuat tanpa pengawasan bisa berdampak serius bagi kesehatan. Masyarakat harus lebih teliti sebelum membeli,” ujar Muazzim.

Ia juga mengimbau warga untuk membeli produk di tempat resmi serta memastikan label, tanggal kedaluwarsa, dan kondisi kemasan masih baik.

Dalam sesi materi, Ketua Infokom BBPOM Mataram, Dra. Winartutik, menjelaskan bahwa prinsip Cek KLIK merupakan langkah sederhana namun efektif untuk melindungi diri dari produk berisiko. Selain itu, masyarakat juga dikenalkan pada berbagai jenis cemaran pangan seperti formalin, boraks, dan Rhodamin B.

“Cek KLIK itu sederhana, tapi sangat penting. Ini bisa menjadi benteng pertama masyarakat dalam memilih produk yang aman,” kata Winartutik.

Diskusi interaktif mengungkap kekhawatiran warga terkait masih terbatasnya sosialisasi di tingkat desa. Menanggapi hal ini, pihak BPOM menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan melalui tiga lapisan yakni produsen, pemerintah, dan masyarakat.

“Kami menyadari keterbatasan sumber daya. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci memperluas jangkauan pengawasan,” ujar salah satu narasumber BBPOM.

Selain pengawasan, BPOM juga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memberikan pelatihan keamanan pangan kepada penyelenggara. Langkah ini bertujuan mencegah kasus keracunan makanan di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, BBPOM berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya memilih produk yang aman dan berperan aktif sebagai konsumen cerdas demi melindungi kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama