![]() |
| Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal meninjau Posko Angkutan Lebaran di Terminal Mandalika (Dok. Diskominfotik NTB) |
Mataram (Kilasntb.com) — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menyoroti perbedaan harga tiket bus yang kerap menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat menjelang arus mudik Lebaran.
Hal itu disampaikan Iqbal saat meninjau Posko Angkutan Lebaran di Terminal Mandalika, Minggu (15/3). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan transportasi darat sekaligus pengawasan harga tiket bus yang beroperasi di terminal tersebut.
Menurut Iqbal, perbedaan harga tiket yang beredar di masyarakat sebagian besar dipengaruhi oleh perbedaan kelas layanan bus. Pemerintah, kata dia, sebenarnya hanya mengatur tarif untuk bus kelas ekonomi.
“Sering kali muncul perbedaan persepsi terkait harga tiket. Harga yang diatur pemerintah berlaku untuk kelas ekonomi, sementara kelas layanan bus memiliki banyak variasi fasilitas,” ujar Iqbal.
Ia menjelaskan, semakin tinggi fasilitas yang ditawarkan pada layanan bus, maka harga tiket yang dipatok juga akan berbeda. Kondisi inilah yang kerap menimbulkan anggapan bahwa terjadi kenaikan harga secara tidak wajar.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi NTB bersama aparat penegak hukum telah mengingatkan seluruh perusahaan otobus agar menjual tiket sesuai dengan ketentuan tarif batas atas yang berlaku.
Iqbal juga menyoroti praktik pembelian tiket melalui pihak ketiga yang berpotensi memicu kenaikan harga di lapangan. Menurut dia, banyak penumpang membeli tiket tidak langsung melalui perusahaan bus, melainkan melalui perantara.
“Di situlah potensi masalah sering muncul, karena ada oknum yang menjual kembali tiket dengan harga lebih tinggi untuk mendapatkan komisi,” katanya.
Selain memantau penjualan tiket, rombongan juga meninjau kondisi fasilitas terminal. Secara umum, fasilitas di Terminal Mandalika dinilai cukup baik, namun masih perlu optimalisasi fungsi dan penataan agar pelayanan penumpang semakin tertib.
Pemerintah Provinsi NTB berharap pengawasan yang dilakukan menjelang mudik Lebaran dapat mencegah praktik penjualan tiket yang merugikan masyarakat serta memastikan layanan transportasi berjalan aman dan nyaman. (Fd)
