Konflik Timur Tengah Memanas, Pemprov NTB Pastikan 155 PMI dan 1.372 Jamaah Umroh Aman

(Dok. Istimewa)

Mataram (Kilasntb.com) – Ketegangan konflik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu kekhawatiran keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan jamaah umroh asal Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, Pemprov NTB memastikan seluruh warganya dalam kondisi aman.

Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan, hasil koordinasi dengan Disnakertrans NTB dan data resmi Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menunjukkan tidak ada PMI asal NTB yang berada di zona terdampak langsung konflik.

“Sebanyak 155 PMI NTB di Timur Tengah seluruhnya dalam kondisi baik. Mereka terus dipantau KBRI dan KJRI sesuai wilayah penempatan,” tegasnya, Selasa (3/3).

Berdasarkan data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), 144 PMI NTB bekerja di Arab Saudi, 10 orang di Uni Emirat Arab, dan satu orang di Kuwait. Mereka tersebar di sektor jasa, domestik, akomodasi, kesehatan, pertambangan hingga konstruksi.

Tak hanya PMI, Pemprov NTB juga memantau 1.372 jamaah umroh asal NTB yang masih berada di Arab Saudi. Total 1.415 jamaah telah diberangkatkan sejak 19 Februari 2026 melalui Bandara Internasional Lombok, dan 43 orang telah kembali ke Indonesia.

“Kepulangan jamaah mulai 7 Maret sesuai jadwal. Hingga kini seluruhnya aman dan menjalankan ibadah dengan normal,” ujar Aka, sapaan Ahsanul.

Ia memastikan seluruh warga NTB berada dalam sistem perlindungan negara melalui KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, serta perwakilan RI di Uni Emirat Arab dan Kuwait. Pemprov juga menyiapkan mekanisme koordinasi cepat jika situasi berkembang.

“Kami paham kekhawatiran keluarga di NTB, tetapi sampai hari ini tidak ada laporan warga NTB terdampak konflik. Informasi resmi akan terus kami sampaikan,” pungkasnya.

Pemprov NTB mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, sembari memastikan keselamatan warga NTB di luar negeri menjadi prioritas utama pemerintah. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama