![]() |
| RSUD H. Moh Ruslan Kota Mataram (Dok. Kilas NTB) |
Mataram (Kilasntb.com) — RSUD H. Moh Ruslan Kota Mataram menyiapkan strategi khusus untuk menjaga layanan kesehatan tetap optimal selama libur Lebaran 2026. Fokus utama diarahkan pada penguatan tenaga medis, khususnya perawat dan dokter, di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang menjadi pusat layanan.
Sebanyak 45 perawat cadangan disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan pasien, terutama saat layanan poliklinik ditutup selama periode libur. Penguatan ini dinilai krusial mengingat IGD menjadi satu-satunya pintu layanan medis aktif.
“Untuk mengoptimalkan layanan selama libur Lebaran, kami sudah siapkan 45 tenaga perawat cadangan,” ujar Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik RSUD H. Moh Ruslan, dr. H. Tris Cahyoso, dilansir dari Antara, Jumat (20/3/2026)
Selain perawat, rumah sakit juga memastikan kesiapan tenaga dokter. Sebanyak 10 dokter disiagakan penuh selama 24 jam untuk menangani pasien yang datang ke IGD. Skema ini dirancang agar pelayanan tetap responsif meski terjadi peningkatan beban kerja.
Menurut Tris, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan lonjakan pasien kerap terjadi pada malam Idul Fitri, terutama kasus kecelakaan lalu lintas yang membutuhkan penanganan cepat.
“Layanan di IGD kami back up dengan perawat cadangan,” katanya.
Untuk mendukung kapasitas layanan, RSUD H. Moh Ruslan menyiapkan 25 tempat tidur di IGD yang terbagi dalam beberapa zona, yakni sembilan tempat tidur untuk zona merah (kritis), 16 tempat tidur zona kuning (sedang), serta tambahan untuk zona hijau (ringan).
Tak hanya tenaga medis dan fasilitas, ketersediaan obat juga menjadi perhatian utama. Manajemen rumah sakit memastikan stok obat dalam kondisi aman dan telah ditambah untuk memenuhi kebutuhan selama lebih dari sepekan masa libur.
“Obat-obatan sudah kami tambah semua untuk kebutuhan selama seminggu lebih,” ujar Tris.
Dengan langkah ini, RSUD H. Moh Ruslan menegaskan komitmennya menjaga layanan kesehatan tetap siaga di tengah libur panjang, sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis darurat.
