Lapas Lobar Terima 1,75 Ton Pupuk dari Pupuk Indonesia untuk Dukung Ketahanan Pangan

Pihak PT. Pupuk Indonesia juga melaksanakan pengujian tanah sebagai bagian dari dukungan teknis kepada program pertanian di dalam lapas (Dok. Lapas Lobar)

Lombok Barat (Kilasntb.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat menerima bantuan pupuk demonstrasi plot (demplot) sebanyak 1,75 ton dari PT Pupuk Indonesia, Senin (20/4). Bantuan ini dimanfaatkan untuk memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan di sektor pertanian.

Penyerahan bantuan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara Kepala Lapas Lobar, M. Fadli, dan Account Executive Penjualan Nusra, Nursan Arif, yang mewakili pihak penyalur.

Selain penyaluran pupuk, tim dari Pupuk Indonesia juga melakukan uji tanah di area pertanian lapas. Pengujian ini bertujuan mengetahui kandungan unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta tingkat keasaman tanah (pH) guna menentukan dosis pemupukan yang tepat.

Perwakilan Pupuk Indonesia, Nursan Arif, menyatakan bantuan ini merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk warga binaan.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian di dalam lapas sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kalapas Lobar, M. Fadli, mengapresiasi dukungan tersebut dan menegaskan komitmen pihaknya dalam mengoptimalkan program pembinaan kemandirian.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga binaan, khususnya dalam meningkatkan keterampilan di bidang pertanian. Dengan adanya uji tanah, hasil pertanian diharapkan lebih maksimal dan terarah,” katanya.

Adapun jenis pupuk yang disalurkan meliputi Urea Nitrea sebanyak 350 kilogram, NPK Phonska Plus 15-15-15 sebanyak 475 kilogram, Phonsgreen 200 kilogram, serta NPK Nitrat 16-16-16 sebanyak 725 kilogram.

Melalui sinergi ini, Lapas Lombok Barat terus mendorong pembinaan yang produktif dan berkelanjutan agar warga binaan memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama