PLN Jaga Listrik Andal Saat Lebaran, Sinyal Lonjakan Pariwisata NTB

(Dok. PLN)

Mataram (Kilasntb.com) — Momentum Idulfitri 1447 Hijriah menjadi ujian bagi keandalan listrik di Nusa Tenggara Barat. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB mencatat lonjakan konsumsi listrik selama libur Lebaran, terutama di kawasan destinasi wisata seperti Mandalika dan sekitarnya.

Kenaikan beban listrik paling terasa pada sektor perhotelan, pusat keramaian, serta layanan publik. Data operasional PLN menunjukkan peningkatan ini sejalan dengan melonjaknya mobilitas masyarakat dan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Sebagai respons, PLN melakukan penguatan sistem distribusi dan menyiagakan seluruh unit layanan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui peningkatan daya listrik di Hotel Atrium Lombok. Daya yang semula 41.500 VA ditingkatkan signifikan menjadi 1.110.000 VA untuk menopang operasional hotel di tengah lonjakan tamu.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan periode Lebaran merupakan fase krusial dengan tekanan tinggi pada sistem kelistrikan.

“Idulfitri menjadi salah satu periode dengan peningkatan aktivitas yang signifikan. PLN memastikan sistem kelistrikan di NTB tetap andal agar seluruh aktivitas masyarakat dan pariwisata berjalan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan konsumsi listrik di sektor hospitality menjadi indikator bergeraknya ekonomi daerah.

“Peningkatan kebutuhan listrik di sektor perhotelan adalah sinyal positif. PLN memastikan pasokan energi terpenuhi agar pelaku usaha dapat memberikan layanan optimal kepada wisatawan,” kata Sri Heny.

PLN juga mengklaim sistem kelistrikan selama masa siaga Idulfitri berada dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang memadai. Keandalan ini ditopang oleh kesiapan infrastruktur, penguatan jaringan distribusi, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata.

Di tengah dorongan menjadikan NTB sebagai destinasi kelas dunia, listrik yang stabil menjadi fondasi penting. Tanpa gangguan pasokan energi, geliat pariwisata saat Lebaran dinilai tak hanya menggerakkan sektor jasa, tetapi juga mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama