RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Turun Tangan Amankan Stok Darah, Nakes Jadi Garda Penyelamat Nyawa

(Sumber. RSUD H. Moh Ruslan Mataram)

Mataram, Kilas NTB – RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram memilih tidak tinggal diam menghadapi tantangan ketersediaan darah bagi pasien. Rumah sakit milik Pemerintah Kota Mataram itu menggerakkan tenaga kesehatan dari berbagai profesi dalam aksi Bakti Sosial Donor Darah “Nakes Peduli”, Minggu, 5 Juli 2026, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mataram.

Langkah tersebut menjadi strategi nyata rumah sakit dalam memperkuat cadangan darah sekaligus membangun kesadaran bahwa tenaga kesehatan tidak hanya bertugas merawat pasien, tetapi juga menjadi pendonor pertama ketika kebutuhan darah meningkat.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.O.G., Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc, mengatakan donor darah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan. Menurutnya, darah merupakan komponen vital yang tidak dapat diproduksi secara buatan sehingga hanya dapat diperoleh melalui kepedulian para pendonor.

“Kami ingin tenaga kesehatan menjadi contoh. Selama ini mereka berada di garis depan melayani pasien. Hari ini mereka juga berada di garis depan menyelamatkan nyawa melalui donor darah,” ujarnya.

Kegiatan yang menggandeng Ikatan Perawat Anestesi Indonesia (IPAI) Provinsi NTB dan Bank Darah RSUD H. Moh. Ruslan itu dibuka bagi seluruh profesi tenaga kesehatan di Nusa Tenggara Barat. Selain donor darah, peserta juga memperoleh pemeriksaan kesehatan dasar secara cuma-cuma dan sertifikat pengabdian kepada masyarakat.

Ia menegaskan, kebutuhan darah di rumah sakit berlangsung setiap hari. Pasien yang menjalani operasi, ibu melahirkan dengan komplikasi, penderita talasemia, hingga korban kecelakaan bergantung pada ketersediaan darah yang aman dan cukup.

“Pasien tidak bisa menunggu ketika membutuhkan transfusi. Karena itu stok darah harus selalu tersedia. Inilah yang mendorong kami terus menginisiasi gerakan donor darah secara berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, budaya donor darah harus dimulai dari lingkungan rumah sakit. Ketika tenaga kesehatan bersedia menjadi pendonor rutin, masyarakat akan melihat bahwa donor darah merupakan tindakan yang aman sekaligus bentuk kepedulian sosial.

“Setetes darah mungkin sederhana bagi pendonor, tetapi bagi pasien bisa menjadi kesempatan kedua untuk melanjutkan hidup. Semangat itu yang ingin kami bangun melalui gerakan Nakes Peduli.” ujarnya.

Ia menambahkan, RSUD H. Moh. Ruslan tidak ingin gerakan tersebut berhenti sebagai kegiatan seremonial. Rumah sakit berkomitmen menjadikan donor darah sebagai agenda rutin untuk mendukung ketahanan stok darah di Kota Mataram dan Nusa Tenggara Barat.

Dalam pelaksanaannya, panitia menerapkan persyaratan medis sesuai standar, di antaranya peserta berusia 17–60 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kilogram, kadar hemoglobin minimal 12,5 gram per desiliter, tekanan darah normal, serta berada dalam kondisi kesehatan yang baik.

Melalui gerakan “Nakes Peduli”, RSUD H. Moh. Ruslan menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya dimulai ketika pasien memasuki ruang perawatan. Bagi rumah sakit tersebut, upaya menyelamatkan nyawa dimulai jauh sebelum itu, yakni dengan memastikan setiap tetes darah selalu tersedia ketika dibutuhkan. Di tengah tingginya kebutuhan transfusi, donor darah menjadi investasi kemanusiaan yang nilainya tidak pernah berkurang. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama