![]() |
| Peringatan Hari Jantung Sedunia, RSUD H. Moh. Ruslan menggelar edukasi kesehatan jantung bagi pasien dan pengunjung rumah sakit di depan Poli Jantung (Dok. Istimewa) |
Mataram, Kilas NTB — Detak jantung bukan sekadar tanda kehidupan. Perubahan kecil yang diabaikan dapat menjadi awal persoalan serius. Pesan itu ditegaskan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram dalam memperingati Hari Jantung Sedunia 2026, Selasa (29/9).
Mengusung tema “Jangan Lewatkan Detak Jantung”, RSUD H. Moh. Ruslan menggelar edukasi kesehatan jantung bagi pasien dan pengunjung rumah sakit di depan Poli Jantung.
Peringatan Hari Jantung Sedunia tersebut dimanfaatkan rumah sakit untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan jantung, terutama dengan mengenali faktor risiko, melakukan deteksi dini, dan menerapkan pola hidup sehat.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD H. Moh. Ruslan memberikan edukasi mengenai faktor risiko penyakit jantung serta langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung dalam aktivitas sehari-hari.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., mengatakan peringatan Hari Jantung Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat.
“Hari Jantung Sedunia menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa kesehatan jantung harus menjadi perhatian kita bersama. Jangan menunggu munculnya kondisi berat untuk mulai peduli,” kata dr. Eka, sapaan akrab Direktur.
Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung.
“Mengenali faktor risiko, menjaga pola hidup sehat, dan melakukan pemeriksaan ketika ada keluhan merupakan langkah yang penting. Detak jantung jangan diabaikan,” ujarnya.
Tak berhenti pada edukasi penyakit jantung, RSUD H. Moh. Ruslan juga menggandeng Tim PSC 119 MEMS untuk memberikan edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Peserta diperkenalkan dengan langkah pertolongan dasar ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan, termasuk saat menemukan seseorang mengalami henti jantung.
Ia mengatakan pengetahuan mengenai pertolongan pertama juga penting dimiliki masyarakat.
“Kami ingin edukasi ini tidak hanya berbicara tentang bagaimana menjaga jantung tetap sehat, tetapi juga bagaimana masyarakat siap memberikan pertolongan ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan,” katanya.
Tim PSC 119 MEMS sekaligus memperkenalkan layanan kegawatdaruratan medis kepada pasien dan pengunjung agar masyarakat mengetahui akses bantuan ketika menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan peringatan Hari Jantung Sedunia itu terlaksana melalui kerja sama RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram dengan PT Amerta Indah Otsuka. Peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan cairan tubuh dalam menunjang kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Bagi RSUD H. Moh. Ruslan, peringatan Hari Jantung Sedunia menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi kesehatan. Pesannya sederhana yakni, kenali risikonya, jaga jantungnya, dan jangan abaikan detaknya. (Fd)
