Si-Mokel Jadi Solusi Pengawasan Obat Kadaluarsa di RSUD H.Moh Ruslan Mataram

Melalui inovasi digital Si-Mokel, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Moh Ruslan Kota Mataram melakukan pengawasan dan managemen obat kadaluarsa yang terintergrasi dengan Sistem Informasi Managemen Rumah Sakit (SIM-RS) dan aplikasi mobile Gurita (foto/istimewa)

Mataram (Kilasntb.com) - Perkenalkan Si-Mokel. Apakah itu?. Si-Mokel merupakan kepanjangan dari Sistem Informasi Monitoring Obat Kadaluarsa Berbasis Elektronik.

Inovasi digital ini, dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Moh Ruslan Kota Mataram untuk pengawasan dan managemen obat kadaluarsa yang terintergrasi dengan Sistem Informasi Managemen Rumah Sakit (SIM-RS) dan aplikasi mobile Gurita. Inovasi ini dirancang sebagai jawaban atas tidak efisiennya sistem sebelumnya, dimana sistemnya masih menggunakan metode stiker manual.

Si-Mokel ini pun menjadi solusi, saat proses pengelolaan dan pengawasan obat kadaluarsa (expired date) yang dilakukan di Instalasi Farmasi RSUD H.Moh Ruslan mengalami permasalahan, yaitu susahnya melakukan pencatatan untuk obat-obatan yang akan menjelang masa kadaluarsa.

Dikarenakan jumlah item obat yang beredar cukup banyak, sehingga menyebabkan petugas mengalami kesusahan melakukan pengawasan obat.

"Beberapa fitur unggulan pada Inovasi Si-Mokel, diantaranya, notifikasi obat mendekati kadaluarsa, dapat memonitoring umur obat di rumah sakit, dan dapat mengintegrasi barcode dan gurita App," papar Direktur RSUD. H. Moh Ruslan Kota Mataram. dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.O.G., Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc., Selasa (22/07).

Kelebihan dari Inovasi Si-Mokel, kata dr. Eka sapaan Direktur Rumah Sakit ini, adalah dari segi waktu, mampu mempersingkat pengecekan obat kadaluwarsa tanpa harus mengecek tanggal obat kadaluwarsa satu per satu secara manual yang saat itu menggunakan stiker. 

"Jadi ribuan item obat dapat terpantau secara maksimal," ujarnya.

Selain itu, Si-Mokel mampu menekan efisiensi biaya dan kerugian Rumah Sakit dengan menekan jumlah obat kadaluarsa. Beban rumah sakit dapat diperkecil sehingga operasional Rumah Sakit menjadi lebih sehat. 

"Tentunya angka keselamatan pasien dan mutu keselamatan pasien meningkat karena pasien dapat dicegah mendapatkan obat yang kadaluwarsa," tambahnya.

Dengan memanfaatkan teknologi, menurutnya, Si-Mokel adalah bukti nyata bahwa pelayanan publik dapat ditingkatkan melalui inovasi sederhana namun berdampak besar. 

"Si-Mokel telah membangun sistem pengawasan obat yang cerdas, efisien, dan aman bagi pasien. Inovasi ini mencerminkan prinsip pelayanan publik yang akuntabel, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat," pungkasnya. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama