Rutan Raba Gandeng DLH, Sampah Tak Lagi Sekadar Sisa

Karutan Raba, Tajudinur bersama Kepala DLH Kota Bima, Syahrial Nuryadin (Dok. Rutan Raba)

Kota Bima (Kilasntb.com) — Di balik tembok Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Raba Bima, persoalan sampah menjadi isu serius. Dengan jumlah penghuni mencapai sekitar 470 orang, timbulan sampah setiap hari tak bisa dihindari. Karena itu, Rutan Raba memilih langkah kolaboratif.

Kamis siang, Rutan Raba resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola persampahan di lingkungan rutan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Kepala Rutan Kelas IIB Raba Bima, Tajudinur, mengatakan kerja sama tersebut memberi kepastian sekaligus solusi praktis. Selama ini, sampah anorganik seperti botol dan gelas air mineral bekas telah dimanfaatkan warga binaan menjadi kerajinan tangan sederhana yang bernilai guna.

“PKS ini memudahkan kami. Pengelolaan sampah memang menjadi perhatian khusus Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dan kami ingin menanganinya dengan serius,” kata Tajudinur.

Menurutnya, pengelolaan sampah bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga bagian dari pembinaan. Warga binaan diajak memahami nilai guna, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.

DLH Kota Bima menyambut kerja sama tersebut sebagai langkah konkret. Kepala DLH Kota Bima, Syahrial Nuryadin, menilai kolaborasi lintas instansi menjadi kunci menghadapi krisis persampahan yang kini terjadi di banyak daerah.

Ia menyinggung inovasi MAIKAKURA yang diluncurkan awal 2026, sebagai upaya mengurangi sampah organik yang masuk ke TPA. Sampah organik dikubur dalam galian berlapis buis beton agar terurai secara alami di dalam tanah.

Bagi Rutan Raba, kerja sama ini bukan sekadar dokumen administratif. Ia menjadi bagian dari komitmen kecil namun nyata, bahwa pengelolaan lingkungan bisa dimulai dari ruang mana pun—termasuk dari balik jeruji.

Kolaborasi ini diharapkan sejalan dengan gerakan Kota Bima BISA, sekaligus memperkuat praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama