Gelombang Tinggi Hantam Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah

Suasana pesisir Ampenan Mataram (Dok. Diskominfotik NTB)

Mataram (Kilasntb.com) — Gelombang tinggi yang menggempur pesisir Ampenan, Mataram, Senin malam lalu, merusak enam rumah warga. Tiga rumah dilaporkan hanyut, sementara tiga lainnya rusak parah dan tidak bisa ditempati.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal langsung meninjau lokasi di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, sehari setelah gelombang tinggi mencapai 1,5 meter menggulung permukiman warga. Kedatangan Gubernur Iqbal disebut sebagai respons cepat pemerintah terhadap bencana pesisir.

“Kami berjaga dari pukul 20.00 hingga 01.00 dini hari. Gelombangnya besar sekali, berbeda dari hari-hari sebelumnya,” kata Suherman, Kepala Lingkungan Bugis. Warga berharap adanya penanganan cepat, termasuk evakuasi dan solusi jangka panjang.

Sebagai langkah sementara, Pemprov NTB bersama Pemerintah Kota Mataram mendirikan tenda darurat. Relokasi ke rumah susun direncanakan, namun keterbatasan kapasitas membuatnya belum sepenuhnya terealisasi.

Gubernur Iqbal menekankan pentingnya mitigasi bencana yang terencana, serta kerja sama semua pihak untuk mengantisipasi risiko di masa depan. BMKG memperkirakan hujan dan angin kencang berlanjut hingga 26 Januari 2026.

“Warga diminta tetap waspada. Kita jaga alam, alam jaga kita,” kata Gubernur Iqbal saat berbincang dengan warga di pinggir pantai. (An)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama