Polisi Dalami Kematian WNA Prancis di Lombok Utara, Jejak Jerat dan THC Masih Diselidiki

Poitou Noemie Lyna warga negara Perancis yang ditemukan meninggal tergantung di Gili Air (Dok. Polres Lombok Utara)

Lombok Utara (Kilasntb.com) — Kepolisian Resor Lombok Utara belum menutup penyelidikan atas kematian Poitou Noemie Lyna, warga negara Perancis yang ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung di kawasan Gili Air, Lombok Utara. Meski visum luar tidak menemukan tanda kekerasan fisik pada tubuh korban, polisi menegaskan seluruh kemungkinan masih terbuka.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Utara IPTU I Komang Wilandra mengatakan hasil visum luar yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram menjadi dasar awal penyelidikan, bukan kesimpulan akhir.

 “Penyelidikan belum selesai. Kami masih mendalami rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal,” ujar Wilandra, Sabtu, 10 Januari 2026.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya bekas jeratan di leher korban berupa garis melingkar di bagian depan, serta garis vertikal di sisi kiri dan belakang leher. Dokter juga menemukan dua lecet gores di bagian depan leher yang diduga akibat gesekan alat jerat. Namun, pada bagian tubuh lain tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan fisik.

Penyidik juga mencatat hasil tes urin korban yang menunjukkan kandungan tetrahydrocannabinol (THC). Menurut Wilandra, temuan tersebut masih didalami dan belum dapat dikaitkan secara langsung dengan penyebab kematian. 

“Kami belum menarik hubungan apa pun. Semua temuan masih kami telusuri,” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diperkirakan meninggal 10 hingga 24 jam sebelum visum dilakukan. Dari perabaan di bagian leher, dokter tidak menemukan tanda krepitasi atau indikasi patah tulang leher. Fakta ini menjadi salah satu aspek yang turut dicermati penyidik.

Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri aktivitas korban dalam beberapa hari terakhir, memeriksa barang pribadi, serta melacak jejak digital untuk merekonstruksi kronologi kejadian secara utuh.

Wilandra menegaskan kepolisian belum menyimpulkan apakah kematian korban merupakan bunuh diri atau melibatkan faktor lain.

 “Kami tidak ingin berspekulasi. Penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dan objektif, mengingat korban adalah warga negara asing,” ujarnya.

Penyelidikan, kata dia, akan terus dilanjutkan hingga seluruh fakta terungkap secara terang. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama