Edukasi Kanker Menguat, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram Ingatkan Bahaya Silent Killer dan Pentingnya Deteksi Dini

(Dok. RSUD H. Moh Ruslan Kota Mataram)

Mataram (Kilasntb.com) — Peringatan Hari Kanker Sedunia dimanfaatkan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram untuk memperkuat literasi kesehatan masyarakat melalui seminar awam bertajuk “Deteksi dini, tatalaksana terkini kanker & peran keluarga dalam pendampingan adalah kunci keberhasilan terapi”. Kegiatan ini disiarkan melalui media sosial resmi rumah sakit, Minggu, 15 Februari 2026.

Seminar daring tersebut menghadirkan sejumlah dokter spesialis sebagai narasumber, antara lain dr. Made Agus Suanjaya, dr. Larangga Gempa, dan dr. Irizki Tisna Setiowati. Ketiganya mengulas pentingnya deteksi dini kanker, perkembangan penanganan medis terkini, serta peran keluarga dalam proses terapi pasien.

Menurut dr. Agus Suanjaya, tema kanker diangkat karena relevan dengan momentum Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap 4 Februari. Ia menegaskan bahwa kanker dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun latar belakang.

“Kanker bukan hanya isu kelompok tertentu. Semua orang berisiko. Banyak kasus baru diketahui ketika sudah stadium lanjut,” ujarnya dalam seminar.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap gejala awal kanker. Salah satu contoh adalah kanker payudara yang sering diabaikan karena benjolan awal tidak menimbulkan rasa nyeri. Padahal, deteksi dini sangat menentukan keberhasilan terapi.

Tanda yang perlu diwaspadai antara lain perubahan tekstur kulit payudara menyerupai kulit jeruk, puting tertarik ke dalam, keluarnya cairan dari puting, hingga perubahan bentuk atau ukuran payudara. Edukasi sederhana tentang gejala ini, kata Agus, dapat mendorong masyarakat segera memeriksakan diri.

Sementara itu, dr. Larangga Gempa menyoroti bahaya paparan asap rokok terhadap risiko kanker. Ia menyebut perokok pasif memiliki ancaman kesehatan yang sama serius, bahkan lebih tinggi, dibanding perokok aktif.

“Paparan asap rokok mengandung ribuan zat beracun. Terpapar sebentar saja sudah bisa merusak sel tubuh dan memicu proses kanker. Semakin sering dan lama paparan, semakin tinggi risiko kanker paru,” ujarnya.

Melalui seminar awam ini, RSUD H. Moh. Ruslan berharap tercipta ruang edukasi yang mudah diakses masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga pasien, dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanggulangan kanker di Kota Mataram dan sekitarnya.

Edukasi yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar masyarakat tidak lagi mengabaikan gejala awal kanker. Deteksi dini dan dukungan keluarga, sebagaimana disampaikan para narasumber, merupakan faktor penting yang dapat meningkatkan peluang kesembuhan pasien. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama