Bayi Tabung di RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Mulai Rp60 Juta, 10 Pasutri Sedang Jalani Program

(Dok. RSUD H. Moh Ruslan Mataram)

Mataram (Kilasntb com) – Program bayi tabung di Rumah Sakit Umum Daerah H. Moh. Ruslan Kota Mataram semakin diminati. Saat ini tercatat 10 pasangan suami istri sedang menjalani program fertilitas tersebut dengan estimasi biaya mulai sekitar Rp60 juta.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas endokrinologi reproduksi RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., mengatakan biaya tersebut sudah mencakup obat-obatan serta empat tahapan utama dalam proses bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).

“Estimasi total biaya program bayi tabung mulai sekitar Rp60 juta. Itu sudah termasuk obat-obatan dan tahapan tindakan utama dalam proses IVF,” kata dr. Eka, Minggu (15/3).

Menurutnya, biaya tersebut relatif lebih terjangkau dibandingkan sejumlah pusat layanan fertilitas di kota besar. Hal ini membuat layanan Lombok IVF di RSUD H. Moh. Ruslan mulai diminati tidak hanya oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat, tetapi juga pasien dari luar daerah bahkan luar negeri.

“Dari 10 pasien yang kami tangani saat ini, ada juga pasangan yang datang dari luar negeri seperti Inggris dan Belanda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program bayi tabung di RSUD H. Moh. Ruslan terdiri dari empat tahapan utama. Tahap pertama adalah persiapan awal dengan estimasi biaya mulai sekitar Rp5 juta. Pada tahap ini dilakukan serangkaian pemeriksaan kesuburan, seperti tes hormon basal (FSH, LH, E2), pemeriksaan AMH untuk mengetahui cadangan sel telur, analisis sperma, hingga pemeriksaan DNA Fragmentation Index (DFI).

Selain itu, pasien juga menjalani USG transvaginal untuk melihat folikel antral serta mendapatkan vitamin pra-konsepsi sebagai persiapan sebelum program dimulai.

Tahap kedua adalah stimulasi ovarium dengan estimasi biaya mulai Rp20 juta. Pada tahap ini pasien mendapatkan suntikan hormon untuk merangsang pertumbuhan beberapa sel telur sekaligus, disertai pemantauan rutin melalui USG dan pemeriksaan darah.

Tahap ketiga merupakan tahap tindakan dengan estimasi biaya mulai Rp20 juta. Proses ini meliputi pengambilan sel telur atau ovum pick up (OPU) dengan sedasi, kemudian sel telur dibuahi oleh sperma di laboratorium embriologi.

Tahap terakhir adalah transfer embrio dengan estimasi biaya mulai Rp15 juta. Embrio yang telah berkembang akan dimasukkan kembali ke dalam rahim ibu melalui prosedur embryo transfer. Pasien juga akan mendapatkan obat penguat kandungan untuk mendukung proses implantasi.

Meski demikian, dr. Eka menjelaskan kemungkinan adanya biaya tambahan di luar empat tahap utama tersebut, seperti pembekuan embrio, tes genetik embrio, hingga metode pembuahan khusus seperti intracytoplasmic sperm injection (ICSI) jika terdapat masalah pada kualitas sperma.

Sebelum mengikuti program, setiap pasangan juga akan menjalani konsultasi menyeluruh untuk memahami proses medis, peluang keberhasilan, serta estimasi biaya yang diperlukan.

“Kami ingin pasangan suami istri memahami seluruh prosesnya sejak awal. Harapannya semakin banyak pasangan yang bisa mendapatkan kesempatan memiliki keturunan melalui layanan fertilitas yang aman dan terjangkau,” katanya. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama