Dari Masjid Jami’ Praya, Gubernur Miq Iqbal Tekankan Toleransi dan Arah Pembangunan NTB

Peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar Pemerintah Provinsi NTB di Masjid Jami’ Praya, Jumat malam (Dok. Diskominfotik NTB)

Mataram (Kilasntb.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhamad Iqbal memanfaatkan momentum peringatan Nuzulul Qur’an untuk menyampaikan pesan penting tentang toleransi sosial sekaligus arah pembangunan daerah ke depan.

Pesan itu disampaikan saat peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar Pemerintah Provinsi NTB di Masjid Jami’ Praya, Jumat malam (6/3).

Iqbal yang akrab disapa Miq Iqbal mengatakan, Nuzulul Qur’an bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi momentum refleksi untuk meneguhkan nilai persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

“Tradisi toleransi yang sudah lama menjadi kekuatan masyarakat Lombok harus terus dijaga,” ujar Iqbal di hadapan jamaah.

Menurut dia, kawasan sekitar masjid menjadi simbol nyata kehidupan harmonis di Lombok. Di belakang masjid terdapat kawasan Peken Laek, yang sejak lama dihuni masyarakat Tionghoa.

Kedekatan antara masjid dan kawasan pecinan tersebut, kata Iqbal, menunjukkan bahwa keberagaman bisa hidup berdampingan secara damai.

Ia juga menyinggung situasi nasional pada Kerusuhan Mei 1998. Saat banyak daerah dilanda konflik sosial, masyarakat Lombok justru memilih menjaga kebersamaan dan tidak terjebak dalam permusuhan.

Selain pesan sosial, Miq Iqbal juga memaparkan arah pembangunan NTB ke depan. Pemerintah daerah saat ini mendorong pengembangan Bandara Internasional Lombok agar menjadi hub internasional yang menghubungkan kawasan timur Indonesia hingga negara-negara di sekitar Australia.

Menurutnya, peningkatan konektivitas akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Bukan hanya soal transportasi, tetapi membuka jalan rezeki dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat NTB,” katanya.

Pemprov NTB juga menyiapkan sejumlah rencana strategis lain, seperti pengembangan transportasi pesawat amfibi atau seaplane yang menghubungkan bandara dengan pulau-pulau wisata di sekitar Lombok.

Di sisi lain, kawasan The Mandalika juga diproyeksikan menjadi lokasi pengembangan pusat data atau data center yang diharapkan memperkuat posisi NTB dalam ekonomi digital kawasan timur Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pembangunan jalur strategis yang menghubungkan Pelabuhan Lembar dengan Pelabuhan Kayangan untuk mempercepat distribusi logistik dan menekan biaya transportasi barang.

Namun Miq Iqbal menegaskan, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ia membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

“Perubahan tidak akan terjadi tanpa ikhtiar bersama,” tegasnya.

Iqbal berharap nilai-nilai yang dipetik dari Nuzulul Qur’an dapat memperkuat persatuan masyarakat NTB sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih cepat dan membawa kesejahteraan bagi semua pihak. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama