Dipanggil untuk Makan, Ibu Justru Temukan Anaknya Tergantung di Gudang Rumah

TKP gantung diri (Dok. Polresta Mataram)

Mataram (Kilasntb.com) — Suasana duka menyelimuti Lingkungan Dayan Pekan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, setelah seorang pria berusia 31 tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (9/3/2026). Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di gudang belakang rumahnya.

Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh ibu kandung korban. Saat itu, ia memanggil anaknya untuk makan siang. Namun panggilan tersebut tidak mendapat jawaban.

Merasa ada yang tidak beres, sang ibu kemudian mencari korban hingga ke bagian belakang rumah. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati anaknya sudah dalam kondisi tergantung menggunakan seutas tali tambang berwarna hijau di dalam gudang.

Teriakan histeris sang ibu langsung memecah keheningan lingkungan tersebut. Warga sekitar yang mendengar teriakan itu segera berdatangan dan berusaha menurunkan tubuh korban.

Tak lama berselang, personel Polsek Ampenan bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Mataram tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Ampenan AKP Ahmad Majmuk melalui Kanit Reskrim Iptu Komang Gede Puja Artana menjelaskan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa saat pertama kali ditemukan.

“Ibu korban sangat kaget melihat kondisi tersebut dan langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga kemudian membantu menurunkan korban sebelum petugas kepolisian dan petugas medis tiba di lokasi,” jelasnya.

Petugas dari Puskesmas Ampenan yang melakukan pemeriksaan awal menyatakan korban telah meninggal dunia.

Polisi kemudian melakukan olah TKP serta meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian.

Dari keterangan pihak keluarga, korban selama ini tinggal bersama orang tuanya di rumah tersebut. Namun, keluarga tidak mengetahui secara pasti penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya.

Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Polsek Ampenan mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar serta tidak ragu melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan situasi yang membutuhkan penanganan cepat. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama