![]() |
| (Dok. PLN) |
Sumbawa (Kilasntb.com) — PT PLN memastikan sistem kelistrikan di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dalam kondisi aman selama Ramadan 1447 Hijriah. Perusahaan menyatakan cadangan daya masih mencukupi untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi listrik masyarakat, terutama pada malam hari.
Pulau Sumbawa yang terhubung dalam Sistem Tambora saat ini memiliki daya mampu 179,87 megawatt (MW). Sementara beban puncak tercatat 142,46 MW. Dengan kondisi tersebut, sistem kelistrikan masih memiliki cadangan daya sekitar 37,41 MW.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat, Sri Heny Purwanti, mengatakan cadangan daya itu dinilai cukup untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama Ramadan.
“Dengan kondisi sistem yang normal dan cadangan daya yang memadai, kebutuhan listrik masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi,” kata Heny dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Maret 2026.
Untuk menjaga stabilitas pasokan, PLN memperketat pengawasan operasional pembangkit, jaringan transmisi, hingga distribusi listrik. Perusahaan juga melakukan pemeliharaan jaringan dan pengecekan instalasi listrik di sejumlah rumah ibadah.
Saat ini PLN melayani 243.589 pelanggan di Pulau Sumbawa. Perusahaan menyiagakan 67 personel internal serta 207 tenaga alih daya dan mitra kerja untuk memantau sistem kelistrikan dan merespons gangguan jika terjadi.
PLN juga meminta masyarakat menggunakan listrik secara bijak dan memastikan instalasi listrik rumah tangga dalam kondisi aman. Laporan gangguan dapat disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile atau layanan contact center PLN. (Red)
