![]() |
| Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mataram menggelar sosialisasi keselamatan kelistrikan kepada siswa SMA Negeri 2 Gerung, Lombok Barat (Dok. PLN) |
Mataram (Kilasntb.com) — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat menggencarkan kampanye keselamatan kelistrikan selama Ramadan 2026 dengan menyasar masyarakat hingga kalangan pelajar. Edukasi ini dilakukan untuk menekan potensi risiko kecelakaan listrik menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Sejumlah unit PLN di NTB terlibat dalam kegiatan tersebut. Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) NTB membagikan flyer berisi panduan keselamatan kelistrikan kepada warga di beberapa titik keramaian di Kota Mataram dan sekitarnya pada 11 Maret 2026.
Selain membagikan materi edukasi, petugas juga memberikan penjelasan singkat mengenai penggunaan listrik yang aman di rumah tangga, termasuk langkah pencegahan terhadap potensi bahaya listrik yang kerap terjadi di lingkungan permukiman.
Di sisi lain, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mataram menggelar sosialisasi keselamatan kelistrikan kepada siswa SMA Negeri 2 Gerung, Lombok Barat. Dalam kegiatan itu, para pelajar diperkenalkan pada berbagai potensi bahaya listrik, jarak aman dari jaringan listrik, hingga cara melaporkan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri membuat kebutuhan listrik rumah tangga cenderung meningkat. Kondisi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan kelistrikan.
“Edukasi ini penting agar masyarakat memahami potensi bahaya listrik sekaligus cara menggunakan listrik secara aman,” kata Sri Heny dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Maret 2026.
PLN, kata dia, tidak hanya berfokus menjaga keandalan pasokan listrik selama Ramadan dan Idulfitri, tetapi juga memperkuat literasi keselamatan kelistrikan di masyarakat. Melalui sosialisasi yang menyasar pelajar dan warga, perusahaan berharap kesadaran publik terhadap penggunaan listrik yang aman dapat meningkat.
