![]() |
| (Dok. Diskominfotik NTB) |
Mataram (Kilasntb.com) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong penguatan peran Balai Latihan Kerja (BLK) agar terhubung langsung dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Langkah ini dinilai penting untuk mencetak tenaga kerja yang siap pakai dan mampu bersaing di pasar kerja.
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, mengatakan pelatihan vokasi harus selaras dengan kebutuhan industri. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah BLK untuk mengevaluasi program pelatihan dan kesiapan tenaga kerja lokal.
“BLK harus menjadi garda terdepan dalam mencetak tenaga kerja yang siap pakai. Pelatihan harus selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Indah dalam keterangannya, Jumat, 2 April 2026.
Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau fasilitas pelatihan, khususnya di bidang teknik dan otomotif, serta berdialog dengan instruktur untuk menyerap masukan terkait pelaksanaan program di lapangan.
Berdasarkan pemaparan pengelola BLK, tingkat partisipasi peserta pelatihan tergolong tinggi. Namun, masih terdapat sejumlah kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana serta belum optimalnya keterkaitan antara materi pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja.
Menanggapi hal itu, Indah menekankan pentingnya penerapan konsep link and match antara BLK dan dunia industri. Ia juga mendorong agar pelatihan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi turut mengembangkan jiwa kewirausahaan peserta.
“Kita tidak bisa hanya bergantung pada sektor formal. Lulusan BLK juga harus mampu menjadi wirausahawan dan membuka lapangan kerja,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah meminta adanya evaluasi kurikulum secara berkala, peningkatan kompetensi instruktur, serta penguatan kerja sama strategis dengan pelaku industri agar pelatihan tetap relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi Pemprov NTB dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis kompetensi. Pemerintah berharap BLK dapat bertransformasi menjadi pusat pengembangan talenta yang produktif dan kompetitif di tingkat regional maupun nasional. (Fd)
