Inovasi SIGAP DARAH RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Jaga Stok Darah, Ketergantungan ke PMI Menurun

Salah satu layanan yang paling mudah dijangkau masyarakat adalah kehadiran mobil donor darah di kawasan Teras Udayana setiap pelaksanaan Car Free Day pada Minggu pagi (Dok. RSUD H. Moh. Ruslan Mataram)

Mataram, Kilas NTB – Ketersediaan darah menjadi salah satu tantangan serius dalam pelayanan kesehatan. Di tengah meningkatnya kebutuhan transfusi, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram memilih tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan dari Palang Merah Indonesia (PMI). Rumah sakit daerah itu membangun sistem pelayanan darah mandiri melalui inovasi SIGAP DARAH (Sistem Terintegrasi dan Gerak Aktif Pelayanan Darah).

Inovasi ini tidak hanya memperkuat pengelolaan darah di dalam rumah sakit melalui Unit Pengelola Darah (UPD), tetapi juga mengubah pola pelayanan dari yang semula menunggu pendonor menjadi aktif menjemput pendonor ke tengah masyarakat.

Hasilnya mulai terlihat. Ketergantungan RSUD H. Moh. Ruslan terhadap pasokan darah dari PMI yang sebelumnya mencapai 100 persen kini turun drastis menjadi sekitar 13 persen. Sebagian besar kebutuhan darah rumah sakit kini telah mampu dipenuhi secara mandiri.

Kepala Instalasi Unit Pengelola Darah (UPD) RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Putri Sunari, Sp.PK, mengatakan SIGAP DARAH lahir dari kebutuhan nyata untuk memastikan pasien memperoleh darah tepat waktu tanpa terkendala ketersediaan stok.

"Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan darah yang aman, bermutu, dan tersedia saat dibutuhkan. Karena itu kami mengubah pendekatan pelayanan, tidak lagi hanya menunggu pendonor datang, tetapi aktif menjangkau masyarakat," ujarnya.

Menurut Putri, peningkatan jumlah pasien menyebabkan kebutuhan darah terus meningkat. Pada 2025 saja, permintaan darah di rumah sakit mencapai sekitar 7.500 kantong. Kondisi tersebut mendorong rumah sakit membangun sistem pelayanan darah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Melalui SIGAP DARAH, proses pelayanan dilakukan secara terintegrasi mulai dari rekrutmen pendonor, skrining kesehatan, pengolahan komponen darah, pemeriksaan Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) menggunakan metode Chemiluminescent Immunoassay (CLIA), hingga distribusi darah kepada pasien sesuai standar Kementerian Kesehatan.

Selain menjaga kualitas produk darah, rumah sakit juga memperluas basis pendonor melalui kegiatan donor darah rutin di lingkungan internal maupun di luar rumah sakit.

Salah satu layanan yang paling mudah dijangkau masyarakat adalah kehadiran mobil donor darah di kawasan Teras Udayana setiap pelaksanaan Car Free Day pada Minggu pagi.

"Masyarakat tidak perlu lagi datang ke rumah sakit untuk mendonor. Kami hadir langsung di ruang publik sehingga akses donor darah menjadi lebih mudah dan partisipasi masyarakat terus meningkat," kata Putri.

RSUD H. Moh. Ruslan juga menggandeng instansi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, perguruan tinggi, komunitas, hingga organisasi masyarakat untuk menyelenggarakan kegiatan donor darah secara berkala.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.O.G., Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc, menegaskan bahwa SIGAP DARAH merupakan bagian dari transformasi pelayanan rumah sakit yang berorientasi pada keselamatan pasien.

"Pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan mengobati, tetapi juga dari kesiapan rumah sakit menyediakan kebutuhan dasar pasien, termasuk darah. SIGAP DARAH menjadi bukti komitmen kami membangun pelayanan yang cepat, aman, dan mandiri," katanya.

Ia menjelaskan, keberadaan Unit Pengelola Darah telah memberikan dampak besar terhadap kualitas pelayanan rumah sakit. Selain mampu mengurangi ketergantungan pada PMI, rumah sakit juga lebih cepat memenuhi kebutuhan darah dalam kondisi darurat.

"Kemandirian pelayanan darah bukan sekadar soal efisiensi, tetapi menyangkut keselamatan pasien. Ketika darah tersedia tepat waktu, peluang keberhasilan penanganan pasien menjadi jauh lebih besar," ujarnya.

Tak hanya itu, inovasi tersebut juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Setiap calon pendonor memperoleh pemeriksaan kesehatan awal berupa pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, golongan darah, hingga skrining penyakit menular seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan sifilis sesuai prosedur pelayanan darah.

Dari sisi kelembagaan, SIGAP DARAH juga meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit. Pengelolaan darah secara mandiri mampu menekan biaya pelayanan hingga sekitar 40 persen, didukung bantuan reagen pemeriksaan IMLTD dari Kementerian Kesehatan.

Atas keberhasilan menjaga mutu pelayanan darah, pada awal 2025 Unit Pengelola Darah RSUD H. Moh. Ruslan menjadi satu-satunya rumah sakit di Nusa Tenggara Barat yang memperoleh apresiasi dari Kementerian Kesehatan atas penerapan pemeriksaan IMLTD sesuai standar nasional.

Ke depan, RSUD H. Moh. Ruslan menargetkan semakin banyak masyarakat menjadi pendonor darah sukarela sehingga stok darah tetap stabil sepanjang tahun dan kebutuhan pasien dapat dipenuhi tanpa hambatan. Dengan pendekatan jemput bola dan kolaborasi lintas sektor, SIGAP DARAH diharapkan menjadi model pelayanan darah yang responsif sekaligus memperkuat ketahanan layanan kesehatan di Kota Mataram. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama