Kasus Perkosaan Anak di Gerung Terungkap Usai Korban Melahirkan, Pelaku Ditahan

(Dok. Ilustrasi)

Lombok Barat (Kilasntb.com) — Kasus dugaan perkosaan terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Gerung, Lombok Barat, terungkap setelah korban mengalami persalinan secara mendadak di rumahnya. Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena terungkap melalui kondisi darurat yang dialami korban.

Kejadian bermula saat korban mengeluhkan sakit perut hebat yang awalnya diduga sebagai gangguan kesehatan biasa. Namun situasi berubah ketika korban mengaku merasakan sesuatu hendak keluar dari tubuhnya. Keluarga kemudian terkejut setelah mengetahui korban melahirkan seorang bayi di kediaman mereka.

Usai persalinan tersebut, keluarga segera meminta bantuan tenaga medis untuk penanganan lanjutan. Sekitar sepekan kemudian, korban baru mampu mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dialaminya, termasuk identitas terduga pelaku berinisial PS alias PG.

Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Barat kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi diperiksa serta bukti-bukti dikumpulkan untuk menguatkan konstruksi perkara.

Plh Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, Ipda Muh. Abdullah, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah hukum secara menyeluruh dalam menangani kasus tersebut.

“Kami telah memeriksa sejumlah saksi dan melibatkan saksi ahli untuk memperkuat pembuktian. Proses penyidikan berjalan sesuai prosedur dan mengedepankan perlindungan terhadap korban,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, polisi menetapkan PS sebagai tersangka dan telah melakukan penahanan guna kepentingan hukum lebih lanjut. Tersangka dijerat dengan pasal terkait tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Abdullah menambahkan, saat ini pihaknya tengah merampungkan berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan.

“Kami sedang menyusun kelengkapan berkas agar dapat segera dikirim ke jaksa penuntut umum. Kami juga mengajukan perpanjangan masa penahanan tersangka demi kelancaran proses hukum,” katanya.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan perlunya pengawasan terhadap anak serta keberanian melaporkan tindak kekerasan seksual. Polisi memastikan penanganan perkara dilakukan secara transparan guna memberikan keadilan bagi korban. (PR/Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama