PLN Dorong UMKM Perempuan di Lombok Utara, Omzet Naik hingga 200 Persen

Bertepatan dengan momentum Hari Kartini, perusahaan listrik negara ini mengakselerasi pemberdayaan perempuan melalui program Srikandi Women Support Women di Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara (Dok. PLN)

Lombok Utara (Kilasntb.com) — Upaya mendorong kemandirian ekonomi berbasis desa terus diperkuat PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB). Bertepatan dengan momentum Hari Kartini, perusahaan listrik negara ini mengakselerasi pemberdayaan perempuan melalui program Srikandi Women Support Women di Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara.

Program yang dijalankan melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut menyasar kelompok UMKM perempuan dengan pendekatan terintegrasi—mulai dari bantuan alat produksi, pelatihan kewirausahaan, hingga pendampingan usaha berbasis pemanfaatan listrik produktif.

Sebanyak 15 pelaku UMKM menerima bantuan peralatan usaha, sementara 60 perempuan mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas. Tidak berhenti di situ, PLN juga mendorong literasi ketenagalistrikan sebagai bagian dari strategi memperkuat efisiensi dan produktivitas usaha mikro di tingkat desa.

Hasilnya mulai terlihat. Berdasarkan laporan penerima manfaat, sektor kuliner mencatat lonjakan omzet signifikan, bahkan mencapai 100 hingga 200 persen setelah intervensi program dilakukan. Kenaikan ini menunjukkan bahwa akses terhadap teknologi sederhana dan pelatihan yang tepat dapat langsung berdampak pada kinerja usaha kecil.

Tak hanya meningkatkan pendapatan, program ini juga memicu lahirnya 15 UMKM baru dan membuka sekitar 60 lapangan kerja di lingkungan desa. Efek berganda tersebut memperkuat perputaran ekonomi lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada sektor informal tradisional.

Ketua Klub Baca Perempuan Desa Medana, Nursida Syam, menilai dukungan PLN membuka ruang baru bagi perempuan desa untuk lebih berdaya. “Bantuan ini membuat ibu-ibu bisa memulai usaha sendiri dan mengembangkannya secara mandiri,” ujarnya.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan strategi penting dalam pembangunan ekonomi inklusif. Menurut dia, perempuan memiliki posisi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan di tingkat akar rumput.

“Program ini tidak sekadar bantuan, tetapi upaya membangun kapasitas agar perempuan semakin mandiri secara ekonomi. Kami ingin memastikan dampaknya berkelanjutan,” kata Sri Heny.

Ia menambahkan, PLN akan terus mengembangkan program yang adaptif dan tepat sasaran guna mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Dengan pendekatan ini, perempuan diharapkan semakin kuat sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya di Nusa Tenggara Barat. (PR/Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama