Mataram (Kilasntb.com) — RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram memperkenalkan inovasi pengelolaan sampah organik yang menggabungkan isu kesehatan, lingkungan, dan ketahanan pangan dalam satu sistem terpadu. Melalui program BIOPOT SENOPATI, limbah dapur rumah sakit kini tidak lagi menjadi beban, melainkan diubah menjadi media tanam produktif.
Inovasi ini diluncurkan bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai bentuk edukasi bahwa pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari institusi layanan kesehatan. Sampah organik dari dapur gizi dan area rumah sakit diolah menggunakan bioaktivator EM4 hingga menjadi kompos dan media tanam subur.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.O.G., Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc, menegaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari perluasan peran rumah sakit dalam menjaga kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
“Rumah sakit tidak hanya bertanggung jawab pada penyembuhan pasien, tetapi juga pada lingkungan yang sehat. Karena pada akhirnya, kesehatan manusia sangat bergantung pada kualitas lingkungan di sekitarnya,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, BIOPOT SENOPATI mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni pengurangan volume sampah dan penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan hasil olahan limbah sebagai media budidaya tanaman pangan seperti cabai.
“Kami ingin memastikan bahwa limbah tidak lagi menjadi beban, tetapi berubah menjadi sumber daya. Ini adalah bentuk tanggung jawab ekologis sekaligus kontribusi terhadap ketahanan pangan,” katanya.
Selain menghasilkan produk ramah lingkungan, program ini juga diarahkan sebagai sarana edukasi bagi tenaga kesehatan dan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Rumah sakit berharap pendekatan ini dapat direplikasi oleh berbagai institusi lain di perkotaan.
Di tengah meningkatnya tekanan lingkungan dan persoalan sampah perkotaan, inisiatif seperti BIOPOT SENOPATI menunjukkan bahwa sektor kesehatan memiliki peran strategis tidak hanya dalam kuratif, tetapi juga preventif melalui pelestarian lingkungan.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Ketika lingkungan sehat, masyarakat juga akan lebih sehat. Dan itu adalah tujuan utama kami,” tandasnya. (Fd)
