RSUD H. Moh. Ruslan Perkuat Gerakan Masyarakat Siaga Stroke, Dorong Warga Mataram Kenali Gejala Sejak Dini

RSUD H. Moh Ruslan Mataram

Mataram, Kilas NTB — Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Menyadari tingginya risiko tersebut, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram terus memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui program Masyarakat Siaga Stroke yang mengedepankan deteksi dini, respons cepat, dan penanganan terintegrasi.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.O.G., Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc., mengatakan bahwa keberhasilan penanganan stroke sangat ditentukan oleh kecepatan masyarakat mengenali gejala dan segera menghubungi layanan kegawatdaruratan.

“Stroke adalah kondisi darurat medis. Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan otak yang permanen dan meningkatkan kualitas hidup pasien setelah serangan,” ujarnya.

Menurut dia, banyak kasus stroke terlambat ditangani karena keluarga atau orang di sekitar pasien tidak mengenali tanda-tanda awal yang muncul secara mendadak. Padahal, terdapat sejumlah gejala khas yang dapat menjadi alarm bagi masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis.

RSUD H. Moh. Ruslan mengedukasi masyarakat melalui slogan nasional “SeGeRa Ke RS”. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi senyum yang tidak simetris, kelemahan atau kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo atau sulit berbicara, mati rasa atau kebas pada sebagian tubuh, gangguan penglihatan mendadak, hingga sakit kepala hebat yang muncul secara tiba-tiba.

Selain itu, masyarakat juga diminta mengenali metode internasional FAST (Face, Arms, Speech, Time). Jika wajah tampak mencong, lengan sulit diangkat, atau kemampuan berbicara terganggu, maka waktu menjadi faktor yang sangat krusial untuk segera membawa pasien ke rumah sakit.

Ia menjelaskan bahwa stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan oksigen ke sel-sel otak terhenti sehingga jaringan otak dapat mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

“Setiap menit sangat berharga dalam penanganan stroke. Karena itu kami terus mengajak masyarakat untuk tidak menunggu gejala membaik sendiri. Begitu muncul tanda-tanda stroke, segera aktifkan sistem kegawatdaruratan,” katanya.

RSUD H. Moh. Ruslan juga mengembangkan sistem respons cepat melalui layanan PSC 119 Kota Mataram dan Emergency Button yang dapat diakses masyarakat. Sistem ini memungkinkan aktivasi layanan medis sejak fase pra-rumah sakit sehingga pasien dapat memperoleh pertolongan lebih cepat.

Dalam alur penanganannya, masyarakat atau keluarga pasien dapat segera menghubungi PSC 119 setelah mengenali gejala. Tim medis kemudian melakukan stabilisasi awal dan transportasi menuju rumah sakit. Setibanya di RSUD H. Moh. Ruslan, tim Code Stroke langsung bergerak untuk melakukan pemeriksaan dan tindakan medis sesuai kebutuhan pasien.

Ia menuturkan, rumah sakit yang dipimpinnya telah menyiapkan ekosistem layanan stroke yang terintegrasi mulai dari pelayanan pra-rumah sakit, penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Stroke Center, hingga rehabilitasi pasca-stroke.

“Penanganan stroke tidak berhenti saat pasien keluar dari ruang perawatan. Kami juga memastikan proses rehabilitasi berjalan agar pasien memiliki kesempatan yang lebih baik untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Selain mengenalkan gejala, RSUD H. Moh. Ruslan juga mengingatkan masyarakat mengenai faktor risiko stroke. Tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, dan kolesterol tinggi menjadi faktor medis yang paling sering ditemukan. Sementara pola hidup seperti konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, kurang aktivitas fisik, merokok, serta konsumsi alkohol berlebihan turut meningkatkan risiko terjadinya stroke.

Karena itu, upaya pencegahan dinilai sama pentingnya dengan penanganan.

Masyarakat dianjurkan rutin memeriksa kesehatan, menjaga pola makan seimbang, berolahraga secara teratur, serta mengendalikan penyakit penyerta yang dimiliki.

Melalui gerakan Masyarakat Siaga Stroke, RSUD H. Moh. Ruslan berharap semakin banyak warga Kota Mataram yang memahami bahwa stroke bukan hanya urusan tenaga kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Ketika masyarakat mampu mengenali gejala sejak awal dan segera bertindak, maka peluang penyelamatan pasien menjadi jauh lebih besar. Inilah yang ingin kami bangun, yaitu budaya siaga stroke di tengah masyarakat Kota Mataram,” tandasnya. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama