Dekranasda NTB Bidik Pasar Nasional, Sinta Iqbal: Perajin Tak Cukup Hanya Pandai Berkarya

Pameran Kriya dan Wastra dalam rangka HUT ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Atrium Trans Studio Mall Makassar (Dok. Diskomknfotik NTB)

Makasar, Kilas NTB – Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Sinta M. Iqbal, menegaskan pembinaan perajin kini menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi NTB. Menurut dia, promosi produk tidak lagi cukup jika tidak dibarengi peningkatan kualitas, inovasi desain, dan akses pasar yang lebih luas.

Pesan itu disampaikan Sinta saat mengikuti Pameran Kriya dan Wastra dalam rangka HUT ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Atrium Trans Studio Mall Makassar, 9–12 Juli 2026. Dekranasda NTB membawa konsep Bale Tenun NTB dengan menampilkan tenun tradisional, anyaman ketak, gerabah, mutiara, serta berbagai produk kriya unggulan dari Lombok dan Sumbawa.

Bagi Sinta, kehadiran NTB dalam pameran nasional bukan sekadar memamerkan produk kerajinan. Momentum itu dimanfaatkan untuk menyerap pengalaman sekaligus memperkuat strategi pembinaan para perajin agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"Kami memperoleh banyak pembelajaran dari Ketua Umum dan Ketua Harian Dekranas Pusat. Kami didorong untuk semakin memperkuat pembinaan kepada para perajin agar produk-produk unggulan NTB mampu bersaing dan menembus pasar nasional," kata Sinta.

Ia mengatakan arahan Dekranas Pusat menjadi pengingat bahwa daerah harus lebih serius membangun kualitas sumber daya perajin. Menurutnya, potensi kerajinan NTB sangat besar, tetapi masih banyak talenta yang belum tersentuh pembinaan.

"NTB memiliki potensi kerajinan yang luar biasa. Tugas kami adalah menemukan lebih banyak perajin berbakat, mendampingi mereka, meningkatkan kualitas produknya, dan membuka akses pasar yang lebih luas sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Sinta menilai pengembangan sektor kerajinan tidak cukup berhenti pada produksi. Pembinaan harus mencakup desain, kualitas, kemasan hingga strategi pemasaran yang mengikuti kebutuhan pasar.

Ia memastikan seluruh pengalaman yang diperoleh selama kegiatan di Makassar akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan program Dekranasda NTB.

"Berbagai praktik baik yang kami peroleh akan menjadi bekal untuk memperkuat pembinaan perajin, mulai dari pengembangan desain, peningkatan kualitas produk, penguatan kemasan hingga strategi pemasaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar," ucapnya.

Menurut Sinta, Dekranas Pusat juga mendorong setiap daerah lebih aktif menggali hidden talent para perajin. Langkah itu dinilai penting agar semakin banyak pelaku usaha kerajinan lokal yang mampu naik kelas dan menembus pasar nasional maupun internasional.

Melalui Bale Tenun NTB, Dekranasda tidak hanya memperkenalkan produk unggulan, tetapi juga membawa cerita tentang warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Tenun, anyaman, gerabah, dan kriya lainnya diposisikan sebagai identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah.

Partisipasi dalam HUT ke-46 Dekranas menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi NTB untuk memperkuat daya saing industri kerajinan. Targetnya, lebih banyak perajin mendapatkan pembinaan berkelanjutan, memperluas pasar, dan menjadikan produk wastra serta kriya NTB mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama