![]() |
| Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Safrudin, SH., MH (Dok. Diskominfotik NTB) |
Mataram, Kilas NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadikan nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia FIFA 2026 sebagai panggung membangun kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Atas arahan Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, kegiatan yang digelar di Halaman Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, pada Senin dini hari, 20 Juli 2026, itu dirancang sebagai ruang publik tanpa sekat, tempat pejabat dan warga duduk bersama menikmati laga puncak antara Argentina melawan Spanyol.
Pesan utama yang ditekankan bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola. Pemerintah ingin menjadikan momentum tersebut sebagai simbol keterbukaan pemerintahan sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat melalui keterlibatan pelaku UMKM.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Safrudin, SH., MH., mengatakan seluruh persiapan dilakukan atas arahan Gubernur agar masyarakat memperoleh pengalaman menonton yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan.
"Atas arahan Bapak Gubernur, nonton bareng ini harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya agar masyarakat dapat menikmati Final Piala Dunia dengan nyaman, aman, dan penuh kebersamaan," kata Safrudin usai rapat persiapan yang dipimpin Sekretaris Daerah NTB H. Abul Chair di ruang rapat Sekda, Jumat, 17 Juli 2026.
Rapat tersebut melibatkan perangkat daerah terkait bersama TVRI untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan berjalan optimal. Pemerintah menyiapkan layar lebar di Halaman Bumi Gora, sementara hiburan akan dimulai sejak pukul 02.00 WITA sebelum kick off pada pukul 03.00 WITA.
Namun, pesan yang paling ditekankan dalam rapat adalah bahwa nobar tersebut merupakan milik seluruh masyarakat NTB. Tidak ada pembatas antara pejabat dan warga.
Safrudin mengutip arahan Sekda yang menegaskan bahwa kegiatan itu harus menjadi ruang kebersamaan.
"Sepak bola adalah olahraga yang menyatukan semua kalangan. Tidak ada kelas dalam nonton bareng ini. Pimpinan daerah, Forkopimda, ASN, dan masyarakat akan berbaur bersama menikmati pertandingan. Itulah semangat kebersamaan yang ingin dibangun oleh Bapak Gubernur melalui kegiatan ini," ujarnya.
Selain menghadirkan ruang interaksi sosial, Pemerintah Provinsi NTB juga menyiapkan dampak ekonomi melalui pelibatan Dinas Perindustrian, Dinas Koperasi dan UMKM, serta para pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.
UMKM, pedagang kaki lima, hingga pedagang asongan diberi ruang untuk berjualan selama kegiatan berlangsung.
"Momentum ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan melalui aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar lokasi nonton bareng," kata Safrudin.
Dari sisi keamanan, Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Perhubungan NTB akan mengamankan kawasan, mengatur lalu lintas, serta menyiapkan kantong parkir. Masyarakat diimbau memarkir kendaraan di lokasi yang telah disediakan dan memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci.
Pemerintah berharap nobar Final Piala Dunia 2026 tidak berhenti sebagai agenda hiburan semata, melainkan menjadi ruang bertemunya pemerintah dan masyarakat dalam suasana yang lebih cair, sekaligus memperkuat persaudaraan dan menggerakkan ekonomi lokal.
Safrudin mengajak seluruh masyarakat NTB datang bersama keluarga, sahabat, maupun komunitas sepak bola.
"Mari kita jadikan momentum Final Piala Dunia ini sebagai ajang mempererat kebersamaan, menikmati hiburan yang sehat, menjaga ketertiban, serta bersama-sama menunjukkan bahwa NTB adalah daerah yang ramah, aman, dan penuh semangat persaudaraan," tuturnya. (Red)
