Kota Mataram Hattrick Juara Umum Petanque, FOPI NTB Bidik Kekuatan Terbaik Menuju PON 2028

Kota Mataram kembali menegaskan dominasinya di cabang olahraga petanque pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII 2026 (Dok. Istimewa)

Mataram, Kilas NTB – Kota Mataram kembali menegaskan dominasinya di cabang olahraga petanque pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII 2026. Empat medali emas yang diraih memastikan kontingen ibu kota provinsi itu mencetak hattrick juara umum sekaligus mengirim sinyal kuat menjelang persiapan PON 2028.

Pertandingan yang berlangsung di Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) berakhir dengan Kota Mataram memuncaki klasemen perolehan medali. Kontingen ini mengoleksi empat emas, tiga perak, dan empat perunggu. Lombok Tengah menempati posisi kedua dengan tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu, sedangkan Lombok Utara berada di peringkat ketiga setelah meraih tiga emas, dua perak, dan lima perunggu.

Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) NTB, Mohammad Akhwan, menilai Porprov kali ini menjadi ajang penting untuk memetakan atlet yang layak dipersiapkan menuju level nasional.

"Hasil pertandingan cukup positif. Kami melihat banyak atlet yang punya kualitas dan sangat pantas diproyeksikan mewakili NTB pada PON nanti. Bibit-bibit atlet potensial mulai terlihat," kata Akhwan usai pertandingan.

Menurut dia, hasil Porprov tidak berhenti pada perebutan medali. FOPI NTB segera menyusun tahapan pembinaan melalui pemusatan latihan daerah dan seleksi berkelanjutan.

Sebagai langkah lanjutan, FOPI NTB akan menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) pada awal tahun depan. Ajang itu diproyeksikan menjadi arena mengasah kemampuan sekaligus menyaring atlet terbaik yang akan dipersiapkan menuju PON 2028.

"Insyaallah awal tahun depan kami menggelar Kejurda di Undikma. Kejuaraan ini penting agar kemampuan atlet tetap terjaga sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi menuju PON 2028," ujarnya.

Akhwan optimistis NTB mampu meningkatkan prestasi di PON 2028 jika pembinaan dilakukan secara konsisten sejak sekarang. Target yang dipasang pun tidak main-main, yakni meraih empat medali emas.

Di sisi lain, Ketua FOPI Kota Mataram Lalu Syamsul Adnan menyebut keberhasilan mempertahankan gelar juara umum bukan diperoleh secara instan. Persaingan antardaerah semakin ketat sehingga setiap medali diraih melalui kerja keras atlet, pelatih, dan pengurus.

"Kami bangga bisa mempertahankan gelar juara umum. Ini tidak mudah karena kualitas atlet dari kabupaten dan kota lain juga semakin bagus. Hasil ini menjadi bukti kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh jajaran FOPI Kota Mataram," katanya.

Adnan meyakini sejumlah atlet Kota Mataram memiliki peluang besar memperkuat kontingen NTB pada PON 2028.

"Kami optimistis atlet Kota Mataram mampu bersaing dan mewakili NTB di PON nanti. Kualitas mereka sangat baik dan tinggal dipoles melalui pembinaan yang berkelanjutan," ujarnya.

Selain mengejar prestasi, FOPI Kota Mataram juga menargetkan perluasan pembinaan di tingkat sekolah. Menurut Adnan, petanque masih tergolong olahraga baru sehingga sosialisasi harus diperkuat agar semakin dikenal masyarakat.

"Cabor ini masih relatif baru. Karena itu kami akan lebih masif masuk ke sekolah-sekolah agar petanque semakin dikenal dan lahir lebih banyak atlet potensial dari Kota Mataram maupun NTB," katanya. (Rz)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama