Warga Gerung Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi: Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Suasana duka di rumah korban di Lingkungan Babakan, Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat (Dok. Polres Lombok Barat)

Lombok Barat, Kilas NTB – Seorang pria berinisial IMS, 51 tahun, ditemukan meninggal dunia di bagian belakang rumahnya di Lingkungan Babakan, Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Selasa pagi, 28 Juli 2026.

Korban pertama kali ditemukan istrinya, NS, sekitar pukul 05.45 WITA. Saat hendak menuju dapur, NS melihat suaminya dalam posisi tergantung menggunakan tali rafia yang terikat pada rangka besi atap emperan rumah.

Dalam kondisi panik, NS memotong tali menggunakan pisau dapur. Namun, karena tidak mampu menopang tubuh korban seorang diri, tubuh korban terjatuh ke lantai. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan warga.

Kerabat dan tetangga yang datang langsung mengevakuasi korban menggunakan mobil pribadi ke RSUD Tripat Gerung. Namun, setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Kapolsek Gerung AKP Lale Dewi Lungit Tanauran mengatakan personelnya bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Lombok Barat langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan.

"Sesuai SOP penanganan korban yang ditemukan gantung diri, Polsek Gerung segera berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Lombok Barat. Tim Identifikasi melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk pemeriksaan medis awal," kata Lale dalam keterangan resminya, Selasa.

Di lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua potong tali rafia hijau yang telah terputus, tiga kursi plastik yang tersusun, sebilah pisau dapur, sepasang sandal jepit, serta sebuah teko dan gelas plastik.

Hasil pemeriksaan dokter di UGD RSUD Tripat menunjukkan korban tiba dalam kondisi tanpa denyut nadi, tanpa napas spontan, dan tidak memberikan respons terhadap tindakan resusitasi.

Pemeriksaan luar terhadap jenazah menemukan bekas jeratan disertai pembengkakan pada leher. Polisi menyatakan tidak ditemukan luka akibat benda tajam maupun benda tumpul, serta tidak terdapat tanda-tanda perlawanan.

"Hasil pemeriksaan medis awal tidak menemukan indikasi adanya kekerasan pada tubuh korban. Dugaan penyebab kematian mengarah pada jeratan di leher," ujar Lale.

Polisi juga menghimpun keterangan dari keluarga dan saksi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban diduga mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi dan utang.

Menurut penyidik, korban sebelumnya beberapa kali menyampaikan keinginan mengakhiri hidup. Polisi juga menemukan percakapan melalui pesan singkat yang diduga memperkuat adanya persoalan ekonomi yang dihadapi korban.

Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan motif secara pasti dan tetap mendasarkan penyelidikan pada hasil pemeriksaan serta keterangan para saksi.

Penyidik sempat menawarkan autopsi untuk memastikan penyebab kematian. Namun, keluarga menolak tindakan tersebut dan menyatakan menerima peristiwa itu sebagai musibah.

"Pihak keluarga telah menyatakan menerima kejadian ini dan menolak dilakukan autopsi serta tidak akan menuntut pihak mana pun," kata Lale. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama