![]() |
| Penghargaan Platinum Status EMS Angels Awards Q1 2026 yang diraih PSC 119 Kota Mataram (Dok. Istimewa) |
Mataram, Kilas NTB — PSC 119 Mataram Emergency Medical Service (MEMS) di bawah RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menembus panggung penghargaan internasional. Layanan kegawatdaruratan tersebut meraih Platinum Status EMS Angels Awards Quarter I (Q1) 2026, khususnya atas kinerja penanganan kegawatdaruratan stroke.
Penghargaan tersebut diserahkan di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram pada Agustus 2026. Capaian ini menjadi pengakuan atas konsistensi PSC 119 MEMS dalam membangun layanan kegawatdaruratan stroke yang cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
EMS Angels Awards menilai sejumlah indikator pelayanan kegawatdaruratan stroke, mulai dari kecepatan respons di lapangan, kelengkapan informasi klinis pasien, komunikasi dengan rumah sakit, hingga kesiapan fasilitas kesehatan menerima pasien stroke.
Berdasarkan data EMS Angels Awards Q1 2026, PSC 119 Kota Mataram menangani 31 pasien sepanjang 1 Januari hingga 31 Maret 2026. Dalam periode tersebut, median time on scene tercatat enam menit.
Pada indikator klinis dan komunikasi, PSC 119 MEMS mencatat 100 persen dokumentasi patient last known normal dan 100 persen pelaporan medication detail. Sementara prenotification kepada rumah sakit mencapai 90,3 persen, sedangkan kesiapan rumah sakit menerima pasien stroke mencapai 100 persen.
Data tersebut menunjukkan sistem penanganan stroke di Kota Mataram dibangun secara terintegrasi, mulai dari fase pra-rumah sakit melalui PSC 119 MEMS hingga pasien mendapatkan penanganan definitif di rumah sakit.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. Ni Ketut Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp F.E.R., M.Kes., M.Sc., mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur pelayanan.
“Penghargaan Platinum Status EMS Angels Awards ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama, mulai dari jajaran manajemen, tenaga kesehatan, hingga seluruh tim PSC 119 yang selama ini berkomitmen memberikan pelayanan kegawatdaruratan secara cepat dan profesional,” kata Eka.
Menurut Eka, penanganan stroke sangat ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan pelayanan sejak pasien mengalami gejala hingga memperoleh terapi.
“Keberhasilan penanganan stroke sangat ditentukan oleh kecepatan layanan sejak pasien mengalami gejala hingga mendapatkan terapi,” ujarnya.
Bagi PSC 119 MEMS, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas capaian layanan, tetapi juga tolok ukur untuk mempertahankan standar pelayanan. Layanan kegawatdaruratan dituntut memastikan kecepatan respons berjalan beriringan dengan ketepatan tindakan dan koordinasi antarfasilitas.
Kepala PSC 119 MEMS RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, M. Kurniawan Jauhari, S.Kep., Ners., mengatakan PSC 119 tidak sekadar menjalankan fungsi ambulans, tetapi menjadi bagian dari sistem kegawatdaruratan terpadu, terutama dalam mempercepat penanganan pasien stroke sejak berada di luar rumah sakit.
“PSC 119 MEMS merupakan layanan kegawatdaruratan yang harus mampu memberikan pelayanan secara terpadu, terintegrasi dan berkualitas kepada masyarakat,” kata Kurniawan.
Kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam layanan tersebut. PSC 119 beroperasi selama 24 jam dengan tuntutan respons cepat terhadap setiap laporan kegawatdaruratan, sekaligus melakukan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan dan unsur terkait.
Data tim PSC 119 MEMS mencatat 222 orang telah ditangani melalui mekanisme Code Stroke sejak 7 Juni 2023 hingga 31 Juli 2026.
Mekanisme Code Stroke memungkinkan proses identifikasi pasien, komunikasi, penjemputan, hingga kesiapan rumah sakit dilakukan secara lebih terkoordinasi. Sistem ini ditujukan untuk menekan waktu yang terbuang dalam penanganan pasien stroke, ketika setiap menit berpengaruh terhadap peluang keselamatan dan pemulihan pasien.
Penguatan layanan juga dilakukan melalui inovasi Pendekar Serasi dan program Mataram Siaga Stroke yang melibatkan masyarakat serta kader kesehatan. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat mengenali gejala awal stroke agar pasien segera mendapatkan pertolongan medis.
Capaian Platinum Status EMS Angels Awards Q1 2026 sekaligus memperkuat komitmen RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram dalam meningkatkan kualitas layanan kegawatdaruratan. Penguatan kompetensi sumber daya manusia, kecepatan respons, kualitas dokumentasi klinis, koordinasi pra-rumah sakit dan rumah sakit, serta edukasi masyarakat menjadi pekerjaan lanjutan.
Bagi PSC 119 MEMS, penghargaan internasional tersebut bukan sekadar prestise. Status Platinum menjadi tanggung jawab untuk memastikan standar pelayanan tetap diterapkan dalam setiap respons kegawatdaruratan.
Dengan capaian tersebut, PSC 119 MEMS dan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menempatkan kecepatan, ketepatan, integrasi layanan, dan keselamatan pasien sebagai bagian utama dalam pengembangan sistem kegawatdaruratan stroke di Kota Mataram. (Fd)
Tags
EMS
EMS Angels Awards
Headline
Kesehatan Mataram
Kota Mataram
Layanan Kegawatdaruratan
ntb
Penghargaan Internasional
PSC 119 Kota Mataram
RSUD H. Moh. Ruslan
