![]() |
| Melalui program “Ruang Cerita Ibu”, PLN mempertemukan 32 penerima manfaat dengan pelaku usaha dan perempuan PLN untuk berbagi pengalaman sekaligus membuka akses pengetahuan baru (Dok. PLN) |
Mataram, Kilas NTB — Srikandi PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menggeser pendekatan kegiatan sosial dari sekadar seremoni menjadi ruang pemberdayaan masyarakat. Melalui program “Ruang Cerita Ibu”, PLN mempertemukan 32 penerima manfaat dengan pelaku usaha dan perempuan PLN untuk berbagi pengalaman sekaligus membuka akses pengetahuan baru.
Kegiatan yang digelar di Kantor PLN UIW NTB, Kamis, 20 Agustus 2026, itu melibatkan 16 pendamping. Mereka berasal dari kalangan entrepreneur dan Srikandi PLN yang memberikan pendampingan serta berbagi pengalaman praktis kepada peserta.
General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar hubungan PLN dengan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Kami melihat Srikandi PLN memiliki peran strategis dalam membangun engagement dengan masyarakat dan stakeholder,” ujar Yondri.
Menurut dia, ruang interaksi semacam itu harus menghasilkan manfaat yang bisa dirasakan langsung penerima manfaat.
“Kami ingin menghadirkan manfaat yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan tambahan ilmu, motivasi, dan pengalaman yang dapat dirasakan langsung oleh penerima manfaat,” katanya.
Forum tersebut juga mempertemukan unsur perusahaan, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas perempuan. Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri hadir bersama Asisten III Pemerintah Provinsi NTB. Adapun RAy. Febri H. Dipokusumo tampil sebagai narasumber sekaligus motivator.
Keterlibatan lintas sektor itu memperlihatkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya bertumpu pada bantuan, tetapi juga pada transfer pengetahuan dan pembentukan jejaring.
Dalam kegiatan tersebut, para penerima manfaat mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan entrepreneur dan Srikandi PLN. Pengalaman para pendamping menjadi materi pembelajaran yang diharapkan dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari maupun pengembangan potensi ekonomi keluarga.
Bagi PLN UIW NTB, Srikandi PLN ditempatkan bukan hanya sebagai bagian dari penguatan peran perempuan di internal perusahaan. Mereka juga didorong menjadi penghubung antara perusahaan dan masyarakat di wilayah operasional PLN.
Yondri mengatakan PLN ingin kolaborasi tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang sehingga PLN dapat semakin dekat dengan masyarakat dan menghadirkan kebermanfaatan yang berkelanjutan,” ujar dia.
“Ruang Cerita Ibu” sekaligus menjadi upaya PLN membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pola komunikasi yang lebih langsung. Fokusnya bukan sekadar menghadirkan acara, melainkan menciptakan ruang belajar, membangun jejaring, dan memperkuat kapasitas penerima manfaat.
Dengan 32 penerima manfaat dan 16 pendamping, kegiatan ini menempatkan interaksi sebagai instrumen utama pemberdayaan. PLN UIW NTB menyatakan program serupa akan terus didorong untuk memperluas kontribusi Srikandi PLN di tengah masyarakat. (Red)
