Mataram, Kilas NTB — Diabetes tidak cukup dikendalikan setelah penyakit muncul. Deteksi dini dan perubahan pola hidup menjadi langkah penting untuk menekan risiko komplikasi.
Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Road to World Diabetes Day 2026 yang digelar Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Cabang Mataram bersama RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram di Aula RSUD H. Moh. Ruslan, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan mengusung tema “Meningkatkan Kesadaran, Mencegah Diabetes, Mewujudkan Hidup Sehat” dan diikuti perwakilan peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dari puskesmas se-Kota Mataram serta pasien Poli RSUD H. Moh. Ruslan.
Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. H. Tris Cahyoso, MARS, mengatakan pengendalian diabetes membutuhkan keterlibatan masyarakat. Menurut dia, fasilitas kesehatan tidak dapat bekerja sendiri tanpa kesadaran pasien untuk menjaga kondisi kesehatannya.
“Pencegahan dan pengendalian diabetes membutuhkan kesadaran serta peran aktif masyarakat. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat semakin memahami faktor risiko, melakukan deteksi dini, dan mampu menjaga pola hidup sehat secara berkelanjutan,” kata Tris.
Ia menilai edukasi menjadi bagian penting dalam mencegah diabetes berkembang dan memicu komplikasi. Karena itu, masyarakat didorong tidak menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan kondisi kesehatan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga dapat menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari upaya pencegahan komplikasi diabetes,” ujarnya.
Kegiatan diawali pemeriksaan gula darah peserta. Pemeriksaan tersebut menjadi momentum bagi peserta untuk mengetahui kondisi gula darah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap risiko diabetes.
Edukasi kemudian dilanjutkan melalui Seminar Awam dengan menghadirkan dr. Baskoro Tri Laksono, M.Biomed., Sp.PD, FINASIM sebagai narasumber dan Dian Novita, SKM., M.Kes. sebagai moderator.
Materi yang diberikan mencakup pencegahan diabetes, deteksi dini, pengendalian penyakit, hingga penerapan pola hidup sehat. Peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga pola makan, aktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Ketua PERSADIA Cabang Mataram, dr. Yuni Rahmawati, Sp.PD, K-EMD, FINASIM, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama perwakilan kepala puskesmas se-Kota Mataram dan peserta Prolanis.
Diskusi berlangsung interaktif. Peserta menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai cara mencegah dan mengendalikan diabetes dalam kehidupan sehari-hari, termasuk langkah yang dapat dilakukan untuk menekan risiko komplikasi.
Pemahaman peserta juga diuji melalui sesi “Mitos atau Fakta Diabetes” yang dipandu Muhammad Yosa Rizal dari Tropicana Slim. Sesi tersebut mengajak peserta membedakan informasi yang benar dan keliru mengenai diabetes.
Kolaborasi PERSADIA dan RSUD H. Moh. Ruslan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju World Diabetes Day 2026. Edukasi diarahkan agar masyarakat tidak hanya mengetahui diabetes sebagai penyakit kronis, tetapi juga memahami pentingnya mencegah, mendeteksi, dan mengendalikannya sejak dini.
Bagi peserta Prolanis, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kesehatan secara berkelanjutan. Pemeriksaan rutin, pola makan sehat, aktivitas fisik, serta pengelolaan penyakit menjadi upaya yang perlu dilakukan untuk menekan risiko komplikasi diabetes. (Hid)
