![]() |
| Uji Kompetensi Wartawan (UKW) SMSI NTB bersama Lembaga UKW Aksara Solopos berakhir dengan 20 dari 22 peserta jenjang muda dinyatakan kompeten (Dok. SMSI NTB) |
Mataram, Kilas NTB — Uji Kompetensi Wartawan (UKW) SMSI NTB bersama Lembaga UKW Aksara Solopos berakhir dengan 20 dari 22 peserta jenjang muda dinyatakan kompeten. Dua peserta lainnya dinyatakan belum kompeten setelah menjalani rangkaian ujian selama dua hari.
UKW berlangsung di Auditorium Raudhah Lantai 6 Bank NTB Syariah, Mataram. Para peserta diuji dalam sejumlah aspek kerja jurnalistik, mulai dari pemahaman Kode Etik Jurnalistik dan hukum pers, rapat redaksi, perencanaan liputan, penyiapan konten kanal digital, hingga praktik mencari bahan liputan, wawancara, menulis dan menyunting berita.
Direktur Lembaga UKW Aksara Solopos Dr. H. Syifa’ul Arifin menutup pelaksanaan UKW pada Ahad, 27 September 2026, sekitar pukul 14.43 Wita. Menurut dia, UKW bukan semata-mata ruang untuk menentukan kompeten atau tidaknya seorang wartawan.
“Selain diuji, peserta juga mendapatkan tambahan pengetahuan dan sharing pengalaman, yang diharapkan menjadi bekal dalam melaksanakan tugas jurnalistik ke depan,” kata Syifa’ul.
Dari 22 peserta, dua wartawan belum dinyatakan kompeten. Syifa’ul meminta peserta yang memperoleh hasil kompeten tidak menjadikannya alasan untuk merasa lebih tinggi dari wartawan lain.
“Yang sudah kompeten jangan jumawa atau sombong,” ujar Syifa’ul.
Ia juga meminta peserta yang belum kompeten tidak menganggap hasil tersebut sebagai akhir. Pengetahuan dan pengalaman selama mengikuti UKW, kata dia, tetap dapat menjadi bekal untuk menghadapi ujian berikutnya.
“Bagi yang belum kompeten jangan berkecil hati. Pengetahuan yang didapat selama UKW tetap bermanfaat untuk mengikuti UKW berikutnya,” katanya.
Ketua SMSI NTB H. Abdus Syukur, S.H., M.H. mengatakan UKW digelar untuk meningkatkan kapasitas wartawan, terutama mereka yang bekerja di media anggota SMSI NTB.
“UKW ini kami laksanakan untuk meningkatkan kapasitas wartawan media, khususnya media anggota SMSI NTB,” kata Abdus Syukur.
Menurut dia, kompetensi wartawan dibutuhkan untuk memperkuat kualitas kerja jurnalistik sekaligus memastikan wartawan memahami etika, aturan dan keterampilan yang diperlukan dalam menjalankan profesinya.
Abdus Syukur juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga UKW Aksara Solopos dan pihak-pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan. Bank NTB Syariah, kata dia, turut mendukung kegiatan dengan menyediakan tempat pelaksanaan UKW.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada tim Lembaga UKW Aksara Solopos, serta apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang memberikan support demi suksesnya UKW SMSI NTB,” ujarnya.
Ia secara khusus mengapresiasi Bank NTB Syariah yang menyediakan tempat pelaksanaan UKW sekaligus memberikan pelayanan selama kegiatan berlangsung.
Pelaksanaan UKW selama dua hari itu menjadi ruang bagi 22 wartawan untuk menguji kemampuan jurnalistik mereka. Materi ujian mencakup keterampilan teknis sekaligus pemahaman terhadap etika, hukum pers dan disiplin kerja redaksi. (Red)
