Mataram, (Kilasntb.com) - Mendekati pelaksanaan Moto GP Mandalika, Tim Pengawasan Orang Asing (TIM PORA) Tingkat Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kabupaten Lombok Tengah menggelar rapat koordinasi di Aula Kanwil Kemenkumham NTB pada Kamis (10/03).
Dihadiri oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Brigjen Pol R.P Mulya, kegiatan bertemakan "Peningkatan Sinergitas, Revitalisasi Penegakkan Hukum dalam Upaya Mendukung Pelaksanaan Event MotoGP Tahun 2022" ini dilakukan untuk berkoordinasi serta melakukan pengawasan terpadu terhadap lalu lintas, keberadaan maupun kegiatan Warga Negara Asing (WNA) di tengah masyarakat.
"Selain memberikan pelayanan kepada seluruh wisatawan, kita juga harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh wisatawan asing yang datang. Untuk itu perlu memetakan jumlah seluruh wisatawan di NTB menjelang MotoGP," tutur Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Haris Sukamto, dalam sambutannya.
Ia meminta kepada anggota TIM PORA Provinsi NTB maupun Kabupaten Lombok Tengah untuk bersinergi memberikan data akurat terkait WNA yang ada di NTB sehingga nantinya siap menerima kunjungan WNA dari luar NTB.
"Saya harap seluruh anggota TIM PORA yang hadir memberi masukan dan menyusun rencana operasional yang bersifat khusus dan insidentil. Karena kita tentu tidak menginginkan terjadi masalah terkait keimigrasian," pesan Haris.
R.P Mulya yang hari ini membuka resmi kegiatan koordinasi ini turut mengatakan bahwa event berskala internasional ini menarik minat wisatawan lokal tapi juga mancanegara maka dari itu perlu menjaga keamanan dan kenyamanan.
"Menyambut perhelatan ini seperti menggelar karpet merah. Kakanwil harus siap menyambut orang asing yang datang," ucapnya saat memberi sambutan.
Ia mengapresiasi Posko Imigrasi yang didirikan di Kuta Mandalika. Menurutnya tim Imigrasi di NTB bergerak cepat bahkan telah menyelesaikan pembangunan posko lebih cepat dari pada waktu yang diperkirakan.
"Posko sudah dibangun dan saya mengapresiasi kerja cepat yang dilakukan Kakanwil dan Tim Imigrasi. Aplikasi dan perangkat penunjang sudah hadir tapi perlu ditambah staf yang menjaga counter dan juga mengaplikasikan sistem shifting," tuturnya.(red)